Seperti dilansir dari digital spy Albert Uderzo yang kini berusia 87 tahun, adalah salah satu seniman dibalik komik legendaris Asterix. Meski mengatakan pada dasarnya Asterix sangat berada dengan Charlie Hebdo namun Uderzo juga menyatakan, “saya hanya ingin menunjukan pertemanan saya pada para kartunis yang telah mengorbankan nyawa ini.”
Dalam salah satu kartun yang dirilis Jumat (9/1) kemarin, muncul kartun Asterix yang sedang meninju seseorang hingga terpental tinggi sembari berkata "Moi aussi je suis un Charlie”, atau “Saya juga Charlie”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua pria berpenutup wajah telah membunuh 12 orang termasuk seorang staf penting dan jurnalis dari majalah satirikal Charlie Hebdo di Paris, Rabu (7/1) lalu.
(Baca juga: Mengenal Empat Kartunis Korban Charlie Hebdo)
Insiden ini sempat menimbulkan pertanyaan apakah Charlie Hebdo akan terbit lagi. Charlie Hebdo sendiri sudah mengumumkan tetap akan menerbitkan edisi terbaru mereka pada 14 Januari dengan judul 'Le Journal Des Survivants' atau Majalah Para Penyintas.
Diperkirakan edisi terbaru itu akan mencapai satu juta eksemplar, meski biasanya Charlie Hebdo hanya dicetak 60 ribu eksemplar saja.
Google sendiri telah mendonasikan hang sebesar 250 ribu Euro atau sekitar Rp 3,7 miliar untuk melanjutkan produksi penerbitan Perancis itu. Sumbangan Google ini menarik minat banyak organisasi lain untuk menyumbang termasuk pemerintah Perancis.
(utw/utw)