Berdasarkan data Fandango, situs tiket bioskop yang sudah mulai menjual pre-sale Fifty Shades of Grey, penjualan di Mississipi empat kali melebihi ekspektasi. Begitu pula dengan kota-kota seperti Arkansas, Virginia Barat, Kentucky, Louisiana, serta Alabama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang dilarang di itu, justru menjadi inti cerita dalam Fifty Shades of Grey. Film itu mengisahkan percintaan erotis antara Christian Grey, pengusaha muda yang kaya raya, dengan mahasiswa tingkat akhir Sastra, Anastasia Steele. Keduanya terlibat bukan sekadar asmara, tetapi juga seks ekstrem.
Film Fifty Shades of Grey memvisualisasikan imajinasi erotis dalam novelnya. Diperlihatkan kedua tokoh utamanya beradegan seks, dengan Ana diikat di tempat tidur, ditutup matanya, dan Christian membelai punggungnya dengan cambuk.
Tampaknya itu justru membuat penasaran banyak orang. Fifty Shades of Grey, yang disebut sebagai film mainstream beradegan seks terbanyak, ternyata juga terlaris di Fandango, bahkan sebelum ia dirilis pada 13 Februari. Ia disebut sebagai film berlabel R (Restricted) dengan pertumbuhan penjualan tercepat.
Hampir 60 persen penjualan tiket di Fandango pada Kamis (5/2) adalah untuk Fifty Shades of Grey. The Hollywood Reporter memprediksi, film itu akan menghasilkan US$ 45 juta atau Rp 571 miliar dalam pekan pembukaannya.
"Fifty Shades of Grey adalah fenomena lintas negara," kata Kepala Koresponden Fandango, Dave Karger dalam keterangan persnya yang dikutip Time. "Itu juga menjadi film laris yang mengejutkan di daerah-daerah selatan, mengindikasikan bahwa antisipasi atas film ini juga lintas daerah."
(rsa/sip)