Mereka yang dalam surat dinas diakui sebagai insan perfilman, namanya justru tak pernah dikenal baik di layar lebar maupun layar kaca. Kementerian Pariwisata pun membatalkan keberangkatan mereka. Pun dilakukan evaluasi dan audit, dengan hasil awal memberhentikan Direktur Pengembangan Industri Perfilman, Armein Firmansyah, Jumat (6/2).
Seperti kata Joko Anwar dalam salah satu cuitannya, pemerintah seperti kebakaran jenggot. Namun setidaknya pemerintah mengambil pelajaran. Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Ahman Sya mengatakan, kementerian sudah mengantisipasi agar kejadian serupa tak terulang. Tak boleh lagi ada kesalahan prosedur soal pemberangkatan delegasi ke luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan itu menjawab protes sineas yang merasa tak dilibatkan saat memutuskan siapa-siapa yang akan berangkat ke Berlinale, 4-15 Februari.
Itu alpa dilakukan dalam kasus Berlinale. Armein menyelipkan nama-nama tak dikenal, hasil kesepakatannya dengan pihak ketiga. Itu yang disebut Ahman sebagai kesalahan prosedur. Di masa mendatang, peran tim kurator akan ditegaskan lagi. (rsa)