(Baca juga: Nominasi Oscar Diguncang Isu Rasial dan Gender)
Sekitar 34 persen dari dua ribu orang yang melakukan survei online mengatakan, Hollywood punya masalah besar dengan minoritas. Sementara 32 persen lainnya menilai pusat industri film di Amerika itu masih malu-malu membuat film kaliber Oscar menarik bagi kaum minoritas. Mereka yang menyebut Hollywood bermasalah dengan minoritas, dua per tiga-nya merupakan responden kulit hitam, atau 62 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan itu muncul sebulan setelah nominasi Oscar diumumkan, 15 Januari lalu. Tidak ada selebriti kulit hitam yang akan berkompetisi sebagai aktor maupun aktris terbaik, bahkan untuk yang pendukung sekalipun. Tidak ada pula perempuan yang akan bertarung sebagai sutradara dan penulis naskah terbaik tahun ini.
(Baca juga: Nominasi Oscar 2015 Diumumkan)
Menurut Gregory Sampson, salah satu responden kulit hitam asal Maryland mengatakan, Hollywood punya banyak pekerjaan untuk lebih membuat kaum minoritas dan perempuan inklusif. Pria 51 tahun itu menambahkan, kedua kaum itu butuh pengakuan dan jalan terbuka untuk eksis.
“Anda punya bintang besar seperti Denzel Washington atau Samuel L. Jackson, yang jelas dikenal bagi semua orang. Tapi kebanyakan dari mereka tidak mendapat pengakuan yang pantas yang seharusnya mereka dapatkan,” katanya.
(Baca juga: Petinggi The Academy Tanggapi Isu Rasis Nominasi Oscar)
Nominasi Oscar dipilih oleh The Academy of Motion Picture Arts and Sciences, yang beranggotakan sekitar 6.100 orang. Mereka dipilih berdasarkan kualitas kerja dan rekomendasi anggota yang telah ada sebelumnya. Investigasi tahun 2012 oleh Los Angeles Times menunjukkan, keanggotaan juri Oscar 94 persen kulit putih dan 77 persen laki-laki, dengan usia rata-rata 62 tahun.
Survei Reuters sendiri dilakukan secara online dari 13 hingga 18 Februari pada publik Amerika.
(rsa/vga)