Gara-garanya, ia berpose mengenakan bikini.
Namun, Zizi mengaku punya trik menghadapi pemberitaan menghebohkan tersebut. "Waktu itu, saya benar-benar tutup kuping, tutup mata, saya fokus pada tujuan saya di Miss Universe," ujarnya kepada CNN Indonesia ketika ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta, Senin (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bingung, kenapa dari masyarakat Indonesia yang justru menjatuhkan," ujar Zizi. "Saya tidak mau memikirkan pemberitaan yang ada saat itu, karena jika dibaca dan dipikirkan bukannya membuat maju, justru malah akan jatuh."
Lima tahun sudah kejadian tersebut berlalu. Bagi presenter yang baru saja kembali dari Beijing, Tiongkok untuk melanjutkan studi Bahasa Mandarin itu, bullying bisa menjadi salah satu motivator bagi Puteri Indonesia.
Katanya, mereka harus siap mental menjalani tugas sebagai duta untuk Tanah Air.
Zizi mengaku, para Puteri Indonesia kerap mengadakan pertemuan untuk saling berbagi pengalaman menghadapi pemberitaan yang memojokkan. Semua sepakat untuk tidak memedulikannya. Mereka memilih membuktikan dengan prestasi sebagai para Puteri Indonesia.
"Biarkan orang berkicau, kami tidak usah berbicara banyak. Actions speak louder than words," ujar Zizi bijaksana.
Zizi yang menjadi moderator dalam aksi angkat bicara Chelsea Islan tentang kasus video menghebohkan, menganggap kasus itu murni bullying. Zizi menilai, video yang beredar di internet murni tidak diketahui oleh Chelsea dan terjadi sudah lebih dari tiga tahun yang lalu.
"Saya salut dengan keluarga Chelsea. Mereka memutuskan tidak mengusut lebih jauh walaupun saya yakin mereka sudah mengetahui siapa yang mengunggah. Tapi mereka berpikir ya sudah yang berlalu biarlah berlalu, dan maju ke depan saja," ujar Zizi menjabarkan.
(rsa/vga)