Sita dan Kehidupan Seni Pasca RSD

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2015 06:37 WIB
Sita dan Kehidupan Seni Pasca RSD Sita Nursanti Sita Nursanti kini menjajal dunia teater dan tengah bersiap pentas dalam Subversif! pada 13-14 Maret nanti di Taman Ismail Marzuki. (CNN Indonesia/Karina Armandani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masih ingat grup trio Rita Sita Dewi atau RSD? Trio yang pernah terkenal pada pertengahan dekade '90-an tersebut memang telah bubar sejak lama.

Lama tak terdengar suaranya, salah satu personelnya, Sita Nursanti rupanya kini menjajal dunia teater dan tengah bersiap pentas dalam Subversif! pada 13-14 Maret nanti di Taman Ismail Marzuki.

"Sebenarnya saya pernah merilis single kerja bareng Numata tahun lalu, tapi karena memang indie, jadinya tidak terlalu terkenal," ujar Sita saat ditemui CNN Indonesia di kawasan Kemang, Jakarta Selatan (2/3).


"Saya coba lagi tahun ini, doakan saja,"

Sita kini tinggal di Jakarta selama kurang lebih sepuluh tahun. Selain disibukkan dengan pementasan teater dan menjadi penyiar radio swasta di Jakarta, Sita juga aktif di berbagai pementasan kesenian lainnya.

Salah satunya adalah pementasan tari Jawa yang akan dipentaskan pada 29 April nanti di Solo. Meskipun tidak memiliki pengalaman tari sebelumnya, Sita sangat bersemangat mempelajari tari Jawa yang membutuhkan kesabaran lebih dalam memainkannya.

"Kuncinya itu mengalir ikuti irama, tidak ada yang patah, dan butuh kekuatan perut dan kaki yang kuat," ujar Sita sembari memainkan tangannya mempraktekkan gemulai tangan khas tarian jawa diiringi ketukan.

Semula Sita akan memainkan tari Bedhaya Pangkur yang merupakan karya Sri Sunan Pakubuwono IV yang bertempo lambat. Namun karena kesulitan tekniknya, maka Sita dan yang lainnya diajarkan koreografer baru adaptasi dari tarian tersebut.

Selain melatih kesabaran dan ketahanan fisik, Sita juga mempelajari falsafah dalam kesenian Jawa, yaitu wirogo (gerak tari), wiromo (iringan musik), dan wiroso (penjiwaan).

Banyaknya kegiatan kesenian yang diikuti oleh Sita tak lantas membuat hasrat penyanyinya pudar. Ia tidak menutup mata bahwa dirinya masih menyukai menyanyi jika harus dibandingkan dengan kegiatannya yang lain.

"Saya masih menyukai menyanyi jika ditanya apa yang saya banget, cuman masih suka sebal jika harus berdandan untuk pentas dan semacamnya." ujar Sita sembari tertawa.



(vga/vga)