Mungkin para pengusaha bioskop di dunia harus beralih ke sistem sinema yang lebih canggih untuk menarik minat lebih banyak pengunjung. Mereka bisa membuat lebih banyak studio IMAX, 3D atau 4DX.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studio ScreenX berisi tiga layar yang terkonfigurasi. Layar-layar tersebut akan dipasang berjejer di dinding studio.
Sejumlah 13 proyektor akan digunakan untuk menghasilkan gambar yang tajam, jernih dan stimultan ke tiga layar tersebut.
Konsep ini sebelumnya pernah ada pada 2014. Namun saat itu, sistem yang dinamakan Barco's Escape hanya memiliki satu proyektor untuk satu layarnya.
Saat ini CJ telah mengoperasikan 44 studio ScreenX di Korea Selatan dan satu di Bangkok, meski belum digunakan untuk memutar film panjang.
Sebagaimana dikutip dari The Hollywood Reporter, Theodore Kim, perwakilan CJ yang juga memiliki sistem 4DX, mengatakan saat ini ScreenX akan dikenalkan lebih dulu ke publik Amerika dan Tiongkok pada 2016, karena animo menonton film di kedua pasar tersebut sangatlah besar.
Dengan pengenalan tersebut, Theodore juga berharap, semakin banyak penyedia konten yang nantinya bekerja sama dengan ScreenX.
Meski kecanggihannya sangat menggiurkan, namun John Fithian, perwakilan dari asosiasi pemilik bioskop di Amerika mengatakan, sistem tersebut terlalu mahal, sehingga ia khawatir akan membebani penonton dengan kenaikan harga tiket.
Tidak hanya soal tiket, ScreenX juga masih terganjal konten, karena para sineas film selain kartun pasti belum terbiasa untuk mengerjakan film dengan rasio baru untuk ditampilkan di layar super canggih ScreenX.
(ard/vga)