Karena band yang kerap disebut PWG ini memiliki jumlah haters yang cukup banyak yang selalu hadir ketika PWG tampil di berbagai pentas seni sekolah-sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dochi menilai keberadaan haters yang dibiarkan saja oleh para artis memberikan peluang haters untuk berkembang, termasuk peran media yang kerap mejadikan posisi haters sebagai bagian yang lumrah ada.
Mereka meminta para koordinator penggemar di masing-masing kota untuk memberitahukan markas para haters.
Di sana, Dochi mengajak diskusi para haters-nya.
"Intinya ya mereka kurang informasi. Pendekatan yang kami lakukan akhirnya membuat mereka sanggup kami rangkul saat ini," ujar Dochi.
Tidak hanya merangkul, PWG juga membasmi haters melalui karya.
Untuk para haters yang masih konsisten membenci PWG, Dochi lebih memilih untuk mengajak mereka kenal lebih dekat.
Baginya, makna 'tak kenal maka tak sayang' dapat sangat berlaku dalam kasus ini.
(ard/ard)