Untuk akad nikah, Andien menerapkan konsep tradisional. Ia mengenakan kebaya berwarna putih tulang dengan perhiasan emas di bagian dada. Rambutnya dikonde ala Kartini dan dilingkupi untaian melati segar nan wangi.
Andien memercayakan penampilannya pada desainer kenamaan Indonesia, Didiet Maulana. Dihubungi CNN Indonesia, Selasa (28/4) Didiet bercerita, secara keseluruhan konsep akad nikah Andien adalah klasik tradisional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didiet langsung melakukan riset yang cukup panjang saat lima bulan lalu Andien datang dan memintanya membuatkan busana pernikahan unik. Ia memutuskan menggunakan kain pearly white.
Didiet juga mengeluarkan koleksi perhiasannya. Kalungnya diambil dari koleksi Ikat Indonesia yang sudah ada sejak abad ke-18. Sedang untuk belangkon dan selop Irfan, serta gelung Andie, Didiet sampai terbang langsung ke Solo.
"Itu dibuat khusus oleh pembuat pengantin yang terbaik di Solo. Kalau melatinya dibawa dari Jakarta," ucap perancang busana tamu APEC 2013 di Bali itu, bercerita lebih lanjut.
Didiet menganggap penampilan Andien sangat merepresentasikan konsep tradisional Indonesia. Meski lokasi pernikahannya di tengah hutan pinus, busana itu tetap cocok. Apalagi akad nikah Andien diiringi gamelan.
Namun, Didiet menolak menyebut nominal untuk keseluruhan karyanya. Kata Didiet, busana berbahan vintage, apalagi memakai perhiasan koleksi, pasti sangat mahal. "Tapi yang lebih mahal itu konsep kreatifnya," ucapnya tegas.
Dan Didiet yakin, itu tak bisa dilabeli harga.
(rsa/vga)