Italia akan Dijadikan 'Neraka' untuk 'Inferno'

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Selasa, 12/05/2015 10:50 WIB
Italia akan Dijadikan 'Neraka' untuk 'Inferno' Bintang dan sutradara Inferno dalam sesi foto di Italia. ( REUTERS/Max Rossi)
Jakarta, CNN Indonesia -- "The darkest place in hell are reserved for those who maintain their neutrality in times of moral crisis."

Kutipan Dante itu mengawali buku Inferno karya Dan Brown. Inferno memang terinspirasi Dante, penyair Italia. Robert Langdon, ahli simbol yang muncul sejak The Da Vinci Code, harus menelusuri syair demi syair Dante untuk mengungkap tragedi soal populasi manusia.

Menyusul The Da Vinci Code, buku yang rilis tahun 2013 itu juga akan difilmkan. Tom Hanks kembali mengulangi perannya sebagai pria super cerdas Langdon di Inferno. Ia harus menyelamatkan bumi dari "racun" tak kasatmata yang bisa memandulkan seluruh umat manusia.


Sebab menurut Inferno, populasi yang terlalu meledak adalah sebuah dosa besar. Jika tak ada yang turun tangan, neraka menjadi ganjarannya.

Seperti diberitakan Reuters, film Inferno akan mengambil gambar di Italia, seperti latar dalam bukunya. Kebanyakan gambar diambil di Florence, dengan gedung-gedung bersejarah nan kondang. Para pemain sudah berfoto-foto di sana.

"Saya menyukainya, karena ada kadar misteri dan di saat yang bersamaan juga ada sejumlah kemungkinan yang berjalan bersamanya," ujar Hanks di tengah sesi pemotretan di Florence. Ia pun mengaku senang menjadi Langdon lagi.

"Sebagai aktor yang mementingkan diri sendiri, saya tidak masalah memainkan pria paling cerdas di ruangan. Saya tidak memainkan pria paling kuat, paling tampan, atau paling tinggi. Tapi saya memainkan yang tercerdas di ruangan, sebagai Robert Langdon," ucapnya.

Inferno juga dibintangi aktris Inggris yang memerankan istri Stephen Hawking dalam The Theory of Everything, Felicity Jones. Film itu akan digarap Ron Howard, yang sebelumnya sudah mengarahkan The Da Vinci Code dan Angels and Demons. Keduanya diadaptasi dari buku Brown.

Hanks pun ikut berkontribusi di sana.

"Masing-masing film punya gaya yang berbeda. Yang kali ini saya pikir lebih modern. Krisis yang dihadapi sungguhan dan diperbincangkan orang," kata Howard menjelaskan perspektifnya. Inferno dijadwalkan tayang 2016 mendatang.

(rsa/rsa)