"Saya sedikit jadi pemberontak. Saya tidak punya seseorang untuk mengecek saya. Saya melihat ke belakang, dan kecewa pada diri saya sendiri," katanya mengakui. Bieber merasa bersalah atas semua kenakalan yang ia lakukan.
Bieber yang sebenarnya, menurut pelantun Baby itu, bukanlah si pembuat onar. "Saya selalu ingin jujur dan membuat orang tahu bahwa kesalahan-kesalahan itu bukanlah saya yang sebenarnya. Siapa saya sebenarnya, adalah orang yang sangat peduli pada orang lain."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika sebuah unggahan tidak mendapat banyak tanda suka, saya merasa seperti, 'Aw, mereka tidak menyukai foto itu,'" ucapnya. Pada suatu masa, itu berdampak padanya. Bieber seperti seseorang yang kehilangan jati diri dan membutuhkan pengakuan serta ingin disukai.
Pengakuan mengejutkan Bieber itu dituturkan kepada majalah Seventeen edisi Juni dan Juli 2015, di mana sang penyanyi menjadi model di sampulnya. Mungkin masa 'alay' Bieber telah berakhir. Ia pun kini menjadi pribadi dewasa. (rsa/utw)