"Saya tidak berani menonton televisi kalau Bapak sudah ngebleng (fokus), untuk mengingatkan makan saja saya hanya mencolek Bapak," kata Tiring.
Bila usai makan, Slamet pun kembali tenggelam dalam imaji nada dan sibuknya menyusun notasi balok. Waktu tak dihiraukan oleh musisi yang karyanya lebih banyak diapresiasi olen negara luar ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai anak yang terdekat dan paling dipercaya oleh Slamet, Tiring pun kerapkali kerepotan dengan ulah sang Bapak yang bukan hanya "puasa" bicara saat bekerja, tapi juga ketika karyanya tersebut sudah rampung dibuat. Tiring harus rela dipaksa bangun dari tidur di tengah malam hanya untuk mendengar karya sang legenda.
"Saya pernah bilang, 'Bapak kenapa sih lagunya sedikit yang enak didengar?' Dan Bapak hanya bilang, 'Hidup itu enaknya juga sedikit.' Ibarat kata, hidup itu lebih banyak ujiannya ketimbang nikmatnya," kata Tiring.