Garap Film Baru, Angelina Jolie Ajak Putranya Mudik

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2015 18:05 WIB
Garap Film Baru, Angelina Jolie Ajak Putranya Mudik Angelina Jolie mengunjungi Kamboja. (Ethan Miller/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Angelina Jolie dan Brad Pitt membesarkan beberapa anak yang punya berbagai kampung halaman. Dari Tanah Afrika, Jolie mengadopsi Zahara. Putra pertamanya, Maddox, diadopsi dari Tanah Asia, tepatnya negara Kamboja.

Beberapa waktu lalu, Jolie kembali menyambangi Kamboja sembari mengajak sang putra. Mengutip E! Online, perjalanan Jolie ke salah satu tempat yang membekas di hatinya itu sarat emosi. Jolie merindukan penjuru lokasi yang menjadi latar filmnya, pada tahun 2001 itu.

Kamboja merupakan tempat Jolie syuting untuk Lara Croft: Tomb Raider. Saking spesialnya Kamboja, pada 2002 Jolie pun mengadopsi seorang putra, yang dinamainya Maddox. Kini, Maddox akhirnya kembali ke kampung halamannya.


Perjalanan Jolie ke Kamboja, seperti diberitakan E! Online berhubungan dengan produksi film yang akan disutradarainya. Film itu diadaptasi dari buku anak mantan pejuang militer, Loung Ung yang berjudul First They Killed My Father: A Daughter of Cambodia.

Tidak hanya untuk film yang juga bakal dibintangi Maddox, Jolie pun ingin putranya lebih belajar dan mengenal tanah kelahirannya.

"Maddox akan berada di set setiap hari setelah sekolah dan terlibat di belakang kamera," kata Jolie, pada Selasa (28/7). "Sembari kami menyiapkan film, saya dan Maddox akan berdampingan belajar tentang negaranya," Jolie melanjutkan.

Jolie sadar putranya beranjak dewasa. Pekan depan usia Maddox menginjak 14 tahun. "Ini saat yang sangat penting baginya untuk memahami siapa dia sebenarnya. Dia anak saya, tapi dia juga anak Kamboja. Ini waktunya keluarga kami mengerti segala yang berarti baginya dan bagi kami semua," tutur Jolie.

Pilihan Jolie yang jatuh pada buku Loung Ung tidak lepas dari ketertarikannya pada Kamboja sebagai kampung halaman salah satu putranya. Istri Brad Pitt itu merasa sangat terpengaruh oleh First They Killed My Father: A Daughter of Cambodia. Menurutnya itu sangat emosional.

"Dan itu membantu saya menampilkan lebih dekat orang-orang Kamboja, kampung halaman anak saya," tuturnya. Memoar Loung Ung menceritakan rezim Khmer saat melakukan pembantaian, pada 1970. Sekitar 1,7 juta orang tewas saat itu.

Menurut Jolie, tujuan proyek drama yang nantinya akan tayang di Netflix itu bukan untuk mengembalikan teror pembantaian zaman Khmer. "Tapi kami ingin membawa karakter yang akan diidentifikasi dan diberi simpati oleh orang-orang di dunia, serta kultur Kamboja dan kehidupan keluarga yang saya kagumi," ujarnya.

Film itu akan diambil dari perspektif anak-anak dan melibatkan masyarakat lokal. Film itu bahkan akan menggunakan bahasa Kamboja dan menggunakan kru sineas-sineas setempat.

Proses praproduksi dijadwalkan sampai November 2015, dilanjutkan syuting sampai Januari 2016.

(rsa/vga)