Tagar tersebut dilarang lantaran sering digunakan para Igers—sebutan bagi pengguna Instagram atau Instagrammers—untuk mengunggah foto-foto berbau pornografi.
Setelah badai kritik dari Igers menghujam media sosial berbasis visual itu, akhirnya #curvy dipulihkan dan dapat diakses kembali. Namun kontroversi pelarangan tagar tak berhenti di situ.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan dilarangnya penggunaan tagar tersebut, para pengguna Instagram tak dapat mengakses #EDM. Belum diketahui sampai kapan larangan ini akan diberlakukan. Ada kemungkinan #EDM dipulihkan kembali seperti #curvy.
Larangan menggunakan tagar #EDM ini diduga karena tragedi pada Hard Summer Music Festival di Los Angeles, AS, pada minggu lalu.
Di pergelaran musik tersebut, dua perempuan berusia 18 dan 19 tahun meninggal dunia karena overdosis menggunakan obat-obatan terlarang. Narkoba memangg sangat lekat dengan genre musik penyemarak dugem ini.
Pemerintah setempat, melalui County Supervisor Hilda Solis, mengatakan akan melarang festival serupa untuk sementara waktu selama investigasi terhadap kasus ini berjalan.
“Kejadian ini menjadi perhatian besar dan sangat tragis. Saya merasa terpukul saat mengetahui dua perempuan muda yang pergi ke sebuah konser meregang nyawa, bukannya menikmatinya,” ungkap Solis, pada Senin (3/8), seperti dilansir Los Angeles Times.
(vga/vga)