Kutipan puisi ciptaan Rangga yang dipersembahkan untuk Cinta dalam film Ada Apa dengan Cinta (AADC) tersebut merupakan salah satu bagian paling melekat di benak penggemar. Banyak orang dengan lancar mengucap rangkaian kata tersebut dalam berujar biasa atau berkelakar.
Puisi memang salah satu akar yang membuat film arahan Rudi Soedjarwo tersebut tumbuh subur di pasaran. Ketika Mira Lesmana memastikan produksi AADC 2 dalam ajang PopCon Asia 2015, kemarin (8/8), banyak orang berharap sekuel tersebut tidak mencabut akarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jawaban Mira tersebut tak ayal langsung dihujani pertanyaan lanjutan dari pengunjung. Namun banjir pertanyaan tersebut hanya dibendung dengan satu senyum simpul dari Mira.
"Mungkin saya akan bilang, 'Mbak Mira saya enggak nulis lagi,'" ujar Rako kepada CNN Indonesia, beberapa waktu lalu.
Dahulu, kata Rako, ia adalah sosok pencinta lirik puitis. Lantunan Kla Project dan Chrisye banyak mengilhami karyanya. Ke mana-mana Rako membawa jurnal. Jika ada yang menarik, ia tulis. Namun 13 tahun kemudian, itu tak lagi ia lakukan. "Sekarang rasanya sudah berat."
Jika memang ia wajib membuat puisi untuk sekuel AADC nanti, Rako mengaku butuh waktu. Rako tak dapat mengerjakan puisi dalam tiga hari seperti yang ia lakukan dalam penggarapan AADC dahulu.