Bocah-bocah itu bukan gelisah karena akan pentas. Mereka menunggu seorang spesial yang akan mengajari balet. Juliet Burnett, balerina Australia. Juliet ke Indonesia dalam rangka Indonesia Ballet Gala, pekan lalu. Mengajar di tepi Kali Ciliwung adalah inisiatifnya sendiri.
"Itu mimpi saya. Balet adalah bahasa universal, jadi saya ingin semua bisa merasakan keajaibannya," ujar Juliet saat berbincang dengan CNN Indonesia beberapa waktu lalu. Sabtu pagi itu, impiannya terwujud. Bocah-bocah tepi Kali Ciliwung menyambutnya antusias saat ia akhirnya menginjakkan kaki di sanggar itu sekitar pukul 10.30 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bocah-bocah Kali Ciliwung langsung duduk rapi saat Juliet berkata akan memutarkan video. Mereka yang selama ini belajar balet ala kadarnya dalam beberapa hari selama seminggu di Sanggar Ciliwung Merdeka, kini menonton aksi itu sungguhan. Juliet memutarkan mereka balet Giselle dan Cinderella.
Balerina Yayasan Bina Ballet Indonesia melakukan pemanasan di bantaran Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta (29/8). (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono) |
"Coba lagi, sekali lagi," terkadang Juliet terdengar berbahasa Indonesia meski aksennya masih kaku. Terkadang pula ia membenarkan pose balet satu per satu bocah itu. Saat akhirnya musik Giselle mengalun, Juliet mengajak mereka menari berputar, terkadang melompat. "Bagus sekali," ia tak sungkan memberi apresiasi.
Sekitar satu jam Juliet mengajarkan dasar-dasar balet pada mereka. "Sekarang saya berkeringat," katanya pada CNN Indonesia dalam bahasa Inggris. Meski begitu ia tetap tertawa senang. Juliet mengaku melihat antusiasme yang luar biasa pada bocah-bocah yang biasa belajar seni budaya di sanggar yang lokasinya persis di samping Kali Ciliwung itu.
"Tapi saya tidak bisa mengajarkan mereka langsung yang sulit-sulit. Saya putarkan video, dan saya ajarkan dasar-dasar yang masih ada kaitannya dengan tarian di video itu tadi," tuturnya menjelaskan. Memilih videonya pun tak sembarangan. Ia memilih yang ceritanya tak asing.
Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Bina Ballet Indonesia melatih 12 anak dari sanggar Ciliwung Merdeka menari balet. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono) |
Ketika Juliet mengajarkannya, ia sangat senang. Meski sudah belajar balet dari Sanggar Ciliwung Merdeka sehari-hari, ia mengaku belum pernah mendapat pelajaran dasar balet seperti yang Juliet ajarkan hari itu. "Senang sekali, belajar jinjit, lompat. Saya ingin jadi seperti Juliet, nari balet sampai ke Australia," tuturnya.
Mulanya Juliet berharap, ada beberapa bocah potensial yang kemudian akan mendapat beasiswa untuk belajar balet di Ballet.id. Namun ia ragu apakah hari itu penentuannya. Yang jelas, Ballet.id masih akan secara rutin mengajarkan balet di sana, meski tanpa Juliet. Jika suatu hari berkunjung ke Indonesia, bukan tidak mungkin Juliet ikut.
Yang mana pun opsinya, hari itu Juliet berhasil membagi semangat dan keajaiban balet yang disebutnya sebagai bahasa universal, ke bantaran Ciliwung, menyentuh mimpi sederhana bocah-bocah di sana. Sementara alat berat di seberang sanggar mereka terus menghancurkan rumah-rumah tepi kali, bocah-bocah itu tetap menari.
(rsa/vga)
Balerina Yayasan Bina Ballet Indonesia melakukan pemanasan di bantaran Sungai Ciliwung, Bukit Duri, Jakarta (29/8). (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Bina Ballet Indonesia melatih 12 anak dari sanggar Ciliwung Merdeka menari balet. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)