Perjalanan itu membuahkan kisah menarik yang terangkum dalam buku Eat Pray Love (2006). Empat tahu kemudian, kisahnya diangkat ke layar lebar dengan judul sama dan dibintangi Julia Roberts.
Kenangan itu ia tuliskan di akun Facebook, baru-baru ini. Baginya, 3 September adalah tanggal istimewa, tak ubahnya ulang tahun ke-dua, di mana mantan jurnalis ini berkeputusan menjadi penulis bagi hidupnya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, tulisan kenangan yang diberinya judul The Beginnings of Eat Pray Love itu mengisahkan “ramalan” Ketut Liyer bahwa suatu kali Liz pasti datang lagi ke Bali sesuai takdirnya.
“Pagi ini,” tulis Liz, “saya bangun tidur dengan penuh kedamaian dan kebanggaan. Saya bangun tidur dengan penuh cinta kepada semesta. Dua belas tahun lalu, saya tak memiliki semua ini.”
Sebelum menuliskan kata-kata indah ini, terlebih dulu Liz mengungkapkan rasa syukurnya kepada sang suami tercinta, kenangan, teman-teman, juga komunitas Eat Pray Love.
“Terima kasih telah menjadi bagian perjalanan yang belum usai ini,” Liz mengakhiri tulisannya. Tak lupa ia mengaitkan beberapa nama, kemungkinan orang-orang terdekatnya.
Kisah perjalanan Liz sebagaimana tertuang dalam buku Eat Pray Love memang inspiratif. Tak sedikit pembaca buku ini yang mengikuti jejaknya, termasuk menemui Ketut Liyer.
Eat Pray Love menjadi buku terlaris sepanjang 2006 yang bertahan di posisi nomor satu versi New York Times. Sebagai kelanjutan, Liz merilis buku Committed: A Skeptic Makes Peace with Marriage.
Pada 22 September mendatang, Liz siap merilis buku baru, Big Magic: Creative Living Beyond Fear yang merangkum cara pandang sang penulis nan bijak dan unik terhadap kreativitas.
(vga/vga)