Dalam wawancaranya untuk Vanity Fair edisi November, wanita kelahiran Barbados itu mengungkapkan 'khayalan manisnya'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin saya termasuk orang yang dibentuk untuk menangani masalah itu. Mungkin saya adalah orang yang hampir seperti malaikat penjaga untuk orang itu dan ada untuknya ketika orang-orang di sekitarnya tak mampu lagi," ujarnya.
"Tapi pada akhirnya saya harus mengatakan, 'Baiklah, bodoh rasanya berpikir bahwa saya dibentuk untuk menghadapi orang seperti ini'. Kadang kita memang harus bisa pergi meninggalkan," kata Rihanna.
Walau mengaku menyesal telah berpikir naif saat memadu kasih dengan Brown, ternyata tak membuat Rihanna membenci mantan kekasihnya itu.
"Tidak, saya tidak membencinya. Saya akan peduli kepadanya hingga saya mati. Kami memang bukan teman, tapi kami juga bukan musuh," ujarnya.
(meg)