Lemparan botol minuman protein itu mengakibatkan luka memar di bagian kepala korban, yang diduga bekerja sebagai karyawan di sasana kebugaran itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengacara Rhymes, Scott Leemon, mengatakan bahwa dakwaan pidana yang dilemparkan kepada Rhymes adalah omong kosong.
"Dakwaan kriminal seperti pidana itu adalah omong kosong," ujar Leemon kepada The New York Times.
"Rhymes dan saya senang, karena pengadilan setuju untuk meringankan beban hukuman," lanjutnya.
Pada akhir tahun lalu, kejadian serupa juga menimpanya. Namun hal itu diakibatkan karena kesalahan Rhymes sendiri saat melakoni sebuah konser di New York, pada 27 November 2014.
Nahasnya, ia terpeleset dari panggung dan jatuh ke arah penonton sehingga kepalanya memar dan berdarah.
Sekalipun didera kasus hukum, album teranyar Rhymes dikabarkan akan segera rilis pada tahun depan.
Album itu bertajuk ELE 2 alias Extinction Level Event 2. Karyanya itu akan menjadi lanjutan dari album yang ia rilis pada 1998, bertajuk ELE (Extinction Level Event).
Album terakhir Rhymes yang telah ia rilis bernama Year of The Dragon pada 2012.
[Gambas:Youtube] (ard/vga)