Manfaat Sehat Menonton Video Aktivitas Kucing

Utami Widowati, CNN Indonesia | Minggu, 21/06/2015 13:36 WIB
Karena penelitian terbaru menjelaskan bahwa menonton video aktivitas kucing justru punya manfaat kesehatan. Dengan menonton video kucing, penonton akan memompa energi dan emosi positif mereka dan menekan perasaan negatif. (monithebest/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anda mungkin berpikir teman Anda kurang kerjaan saat dia mengirimkan video-video lucu aktivitas kucing. Tapi jika Anda tergoda membukanya dan kemudian ternyata menyukainya jangan merasa bersalah.

Karena penelitian terbaru menjelaskan bahwa menonton video aktivitas kucing justru punya manfaat kesehatan.

Dengan menonton video kucing, penonton akan memompa energi dan emosi positif mereka dan menekan perasaan negatif. Demikian hasil penelitian dari Indiana University Media School.


Hampir 7.000 orang ambil bagian dalam penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Computers in Human Behaviour ini. Para peserta penelitian diminta menuliskan perasaan mereka tentang bagaimana menonton video kucing bisa mempengaruhi suasana hati mereka.

Mike Bridavsky, pemilik kucing Lil Bub yang tergolong kucing selebriti membantu Jessica Hall Myrick dengan membagikan survei di antara para followernya secara online.

Myrick menggunakan hasil dari mencari tahu apakah video punya dampak yang sama positifnya dengan terapi  hewan peliharaan? Dan apakah jika penonton video merasakan emosi negatif usai menonton, apakah karena mereka merasa bersalah telah membuang-buang waktu?
 
Data menunjukkan bahwa orang merasa kurang cemas, terganggu setelah menonton media online yang berhubungan dengan kucing.

Intinya, ada berita baik dari hal yang semula disangka sebagai kegiatan sia-sia dengan munculnya emosi positif dari menonton video aktivitas kucing yang tak disertai rasa bersalah karena membuang waktu untuk menonton.

Penelitian itu juga menemukan bahwa situs populer untuk melihat aksi para kucing ini misalnya di Facebook, YouTube, Buzzfeed  dan situs asli kisah kucing lucu, I Can Has Cheezburger.

“Kita semua pernah melihat video online kucing, tapi ada penelitian empiris yang telah dilakukan tentang efek dari melakukan kegiatan ini,” kata Myrick, yang juga seorang asisten profesor di Indiana University.

"Bahkan jika mereka menonton kucing di YouTube padahal seharusnya mereka bekerja, ganjaran emosionalnya malah bisa bermanfaat untuk mengerjakan tugas berat setelahnya," kata Myrick.

Dengan lebih dari 2 juta video kucing di internet yang diunggah ke YouTube tahun 2014 dan telah bisa menarik 26 triliun penonton, Myrick membela diri dari para akademis yang menganggap hal ini tak penting.

"Beberapa orang mungkin berpikir menonton kucing secara online bukan perkara akademis yang penting untuk diteliti. Tapi faktanya ini adalah penggunaan internet paling populer saat ini."

"Jika kita ingin lebih memahami efek internet pada diri kita secara individu atau masyarakat, maka peneliti tak bisa menghiraukan internet kucing begitu saja."

Sebagai peneliti media dan penonton kucing online Myrick merasa bertanggung jawab untuk mengumpulkan data tentang fenomena budaya pop ini.

"Tak mustahil di masa depan penelitian seperti ini akan bisa digunakan untuk terapi dengan hewan peliharaan dengan biaya yang lebih murah," kata Myrick.

(utw/utw)