Mengutip Reuters, film yang menceritakan akhir pertempuran masyarakat Distrik dengan Capitol itu menambah pundi-pundi penghasilan dengan US$75,8 juta atau Rp1 triliun. Pendapatan domestik film Lionsgate itu pun menjadi US$198,3 juta atau Rp2,7 triliun.
Dirunut secara riwayat, sekuel-sekuel The Hunger Games sebelumnya memang selalu memuncaki box office. Apalagi film yang dibintangi Jennifer Lawrence itu selalu dirilis pada akhir tahun, menjelang Thanksgiving atau sebelum libur panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Animasi yang dirilis Pixar selalu berhasil menjadi hiburan tersukses untuk segala usia. Namun The Good Dinosaur menduduki peringkat sebagai debut paling mengecewakan ke-tiga sepanjang sejarah Pixar. Meski tidak menyebut biaya produksi, diprediksi film itu dibuat dengan US$200 juta atau Rp2,7 triliun.
Apalagi itu film yang sempat bermasalah. Penayangannya tertunda dua tahun, dan sutradara Bob Peterson ditarik dari tim produksi karena penyalahan kesepakatan kreatif. Ia akhirnya digantikan Peter Sohn.
Film flop lain, yang digadang-gadang sebagai kegagalan terbesar Fox tahun ini, adalah Victor Frankenstein. Film yang dibintangi James McAvoy dan Daniel Radliffe itu hanya menghasilkan US$3,4 juta atau Rp47 miliar selama lima hari di bioskop. Padahal, ia dibuat dengan US$40 juta atau Rp553 miliar.
Dua film yang sudah dirilis beberapa pekan masih bercokol di bioskop, seperti Spectre dan The Peanuts Movie. Spectre menambah US$18,2 juta atau Rp251 miliar, menjadikannya lebih sukses ketimbang dua film James Bond sebelumnya yang juga dibintangi Daniel Craig.
Meskipun unggul dari Casino Royale dan Quantum of Solace, Spectre masih belum bisa menyamai penghasilan yang diraup Skyfall.
The Peanuts Movie, bertahan dengan pendapatan US$13,6 juta atau Rp188 miliar. Total penghasilan domestiknya menjadi US$116,6 juta atau Rp1,6 triliun. Ia bisa lebih sukses ketimbang The Good Dinosaur bikinan Pixar. (rsa/vga)