Film Hulk yang dibintangi Eric Bana dan disutradarai Ang Lee diproduksi, pada 2003. Sementara film Iron Man, Captain America, Thor, The Avengers, menyusul belakangan era 2008-2012. Tapi film Hulk flop di pasaran, sehingga pamornya terlibas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ironis, Hulk, sang “perintis” justru tersungkur. Sebaliknya, sang “pengekor” Iron Man (Robert Downey Jr.), Captain America (Chris Evans), Thor (Chris Hemsworth), The Black Widow (Scarlett Johansson) dan Hawkeye (Jeremy Renner), malah berjaya.
Menurut Mark, kecil kemungkinan untuk merealisasikan film Hulk versi solo, seperti sebelumnya pada 2003 dan 2008. Selain terbentur beberapa kendala, juga sederet aturan antara pihak Marvel Cinematic Universe (MCU) dan Universal Pictures.
Lagipula, pria 48 tahun ini menambahkan, Marvel memang memiliki hak atas karakter Hulk untuk digunakan di berbagai filmnya, termasuk untuk urusan distribusi, namun perkara izin produksi film solo Hulk masih dipegang oleh Universal.
“Saya tahu, mereka sedang berusaha keras menciptakan versi solonya,” kata Mark kepada Yahoo. “Namun sayangnya, hubungan antara Marvel dengan Universal saat ini sedang kurang harmonis, sehingga menyulitkan prosesnya untuk bisa terlaksana.”
“Saya pun menyadari,” kata Mark lagi, “banyak yang menginginkan film solo Hulk diproduksi. Semoga di tengah kondisi seperti ini ada harapan kedua pihak nantinya bisa menemukan kesepakatan. Hanya saja untuk saat ini agaknya belum begitu menjanjikan.”
[Gambas:Youtube] (vga/vga)