Kematian Bowie juga mengejutkan lingkaran dekatnya, termasuk sesama musisi baik yang muda seperti Lady Gaga maupun para senior. Namun kawan dekatnya, Brian Eno justru tak terlalu syok mendengar kabar duka itu.
Diberitakan Ace Showbiz, menurut Eno sang sahabat sudah lebih dahulu memberi isyarat sebelum menutup mata selamanya. Seminggu sebelum kematian Bowie, ia dan Eno saling berbalas surat elektronik. Eno merasa ada yang janggal dalam surel Bowie kepadanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu diakhiri dengan kalimat, 'Terima kasih untuk waktu-waktu indah kita, Brian. Itu tidak akan pernah 'membusuk.' Dan itu diakhiri dengan tanda: 'Dawn.' Saya baru sadar dia mengatakan selamat tinggal," lanjut komposer yang berusia 67 tahun itu.
Biasanya, mereka menuliskan kata-kata unik sebagai penutup surat. "Beberapa miliknya adalah Mr. Showbiz, Milton Keynes, Rhoda Borrocks, dan The Duke of Ear," ujar Eno. Kata "Dawn" belum pernah dipakai Bowie.
Sejak pengumuman kematian Bowie, seluruh penggemarnya tanpa pandang kalangan dan negara, mengungkapkan duka lewat media sosial. Produser Bowie, Tony Visconti mengatakan lewat Facebook pada Senin (11/1), kematian Bowie pun penuh seni.
"Dia membuat Blackstar untuk kita, bagian dari hadiahnya. Saya tahu dari setahun lalu inilah jalannya. Bagaimana pun, saya tidak siap untuk itu," tulisnya, menyiratkan hal yang sama bahwa Bowie sudah "berpesan."
Blackstar merupakan album terakhir yang dirilis Bowie pada ulang tahunnya, hanya beberapa hari sebelum ia meninggal. Penggemar Bowie akan berkumpul di Brixton, London, untuk sebuah aksi jalanan.
Mereka melakukannya demi menghormati sang rocker. "Masa Bowie di Bumi mungkin telah usai, tapi dia jelas meninggalkan kita beberapa musik terbaik. Hari ini adalah hari untuk berkumpul dan merayakan," demikian bunyi ajakan kegiatan di Facebook. (rsa/vga)