Nyawa Baru Harry Potter di Tangan Jim Kay

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 04/02/2016 15:48 WIB
Nyawa Baru Harry Potter di Tangan Jim Kay Harry Potter akan menerbitkan buku baru dengan ilustrasi dari Jim Kay. (Stephen Chernin/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat Harry Potter and the Sorcerer's Stone alias Harry Potter dan Batu Bertuah dirilis 1997 silam, para pembacanya hanya bisa mengandai-andai bagaimana rupa Hagrid, Dudley, Hedwig, sampai Dumbledore.

Penampakan peron 9 3/4, Hogwarts Express, topi seleksi, dan Hogwarts pun hanya ada dalam benak para pembaca. Pun demikian sampai buku ke-tujuh, Harry Potter and The Deathly Hallows, atau diterjemahkan menjadi Harry Potter dan Relikui Kematian.

Imajinasi itu akhirnya terwujud saat Harry Potter difilmkan pada 2001. Wajah tiga sekawan siswa asrama Gryffindor di Hogwarts, terwujud melalui Daniel Radcliffe, Rupert Grint, dan Emma Watson.


Kini, imajinasi Harry Potter kembali diwujudkan melalui ilustrasi-ilustrasi yang ditorehkan oleh Jim Kay. Buku yang digarapnya selama bertahun-tahun, akhirnya dirilis. Di Indonesia buku edisi ilustrasi hadir mulai hari ini, Kamis (4/2) malam.

Diakui Kay, ia sangat gugup saat mendapat proyek itu. Ia sampai susah tidur selama berbulan-bulan saking gugupnya. Setiap kali hendak menorehkan pena, ia gemetar.

"Anda tidak ingin dikenal dikenal sebagai orang yang mengacaukan buku anak-anak paling populer dalam sejarah," tutur Kay saat diwawancara Telegraph. Tapi ia tak mau berpikir menyenangkan semua orang. Jika begitu, ia takkan bisa bekerja.

"Saya hanya berpikir, 'Bagaimana saya menyenangkan penulisnya?' Itulah yang bisa Anda lakukan, menyenangkan penulis dan diri sendiri. Jika orang lain menyukainya, itu bonus," ujar Kay mengungkapkan.

Maka ia kemudian membebaskan diri. Gaya menggambarnya saja tak konsisten, berubah-ubah "seperti saya mengganti celana." Ada yang menggunakan cat minyak, akrilik, cat air, sampai cetak digital. Ia cepat bosan jika berkutat di satu teknik.

Tapi yang pasti, sejak kecil Kay selalu harus bekerja menggunakan model. Sebelum membuat gambar Hogwarts Express dan kastel Hogwarts misalnya, ia menciptakan bentuk tiga dimensinya dari kertas dan karton.

"Cepat kok, hanya beberapa menit. Saya juga punya plastina dan model kertas Hogwarts. Butuh beberapa jam membuatnya. Tapi saya tidak bisa terlalu lama karena banyak ilustrasi yang harus dibikin."

Sekali gambar biasanya Kay tidak langsung jadi. Seperti dikutip dari Entertainment Weekly, ia perlu mencoba lima sampai enam kali untuk setiap ilustrasi. Jika ada 100 ilustrasi dalam satu buku, artinya ia mencoba sekitar 500 sampai 600 gambar.

Untuk tiga karakter utama dalam Harry Potter: Harry, Ron, dan Hermione pun diinspirasi Kay dari orang sungguhan. Untuk Harry, ia mengaku sosoknya bermula dari sebuah foto lawas, 1940-an.

Ia melihat foto bocah-bocah pengungsi di Inggris dari masa lampau yang saat itu disebut sebagai "blitz kids." Mereka adalah bocah yang diambil dari rumahnya di tengah konflik. Salah satunya menarik Kay.

Bocah-bocah itu punya rambut tebal dan berantakan, kaca mata bundar, kurus seperti malnutrisi. Salah satu yang menarik perhatian Kay, adalah bocah dengan postur lebih kurus dan kecil dari lainnya.

Kay kemudian mengunjungi London Underground yang ada sejak abad ke-19. Di sana ia melihat seorang anak yang sedang menunggu kereta bersama ibunya. Kay pun langsung mendatanginya dan meminta izin.

Clay, nama bocah itu, akhirnya menjadi model bagi Kay untuk menggambar Harry.

Sementara Hermione, modelnya didapat dari keponakan Kay sendiri. "Dia pintar tapi juga sedikit bossy. Tapi dia luar biasa. Dia lebih dewasa dari saya sendiri. Saya selalu mengacau dan dia yang mengoreksi."

Kay merasa karakter itu sangat cocok dengan Hermione, maka ia menggambarnya.

Inspirasi untuk Ron tidak terlalu "Weasley." Tak identik dengan keluarga penyihir berdarah murni Weasley, bocah laki-laki yang ditemui Kay di perpustakaan sekolah itu tidaklah berambut merah.

Caranya berbincang yang membuat Kay "jatuh cinta." Bocah itu penuh humor. Tak butuh waktu lama bagi Kay untuk memutuskannya menjadi sosok Ron bagi dirinya sendiri.

Lewat ilustrasi-ilustrasinya, Kay memasukkan nyawa baru ke Harry Potter. Bermula dari telepon yang mengejutkan dari agennya, ia kini telah menuntaskan buku paling populer itu. Dan Kay masih akan menggambar sampai enam buku ke depan.

"Saya sangat 'gatal' ingin menggambar Azkaban. Saya juga sangat tergoda untuk segera membuat desain Deathly Hallows," tuturnya. Tapi Kay masih harus bersabar, karena ia harus mengerjakan secara urut.

Uniknya, sampai ilustrasi untuk buku pertama selesai, ia belum bertemu sang penulis, JK Rowling. Rowling hanya memberinya sebuah surat. Kay sangat ingin bertemu, tapi ia juga mengerem diri.

"Mari kita lihat bagaimana buku pertama dulu," ujarnya, sembari berharap goresan tangannya memuaskan imajinasi penulis. (rsa/vga)