Dilansir dari CNN Money pada Rabu (3/2), majalah pria dewasa ini melakukan perubahan dengan alasan untuk menaikkan jumlah pembaca generasi baru pada edisi Maret mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kualitas kertas majalah Playboy juga akan ditingkatkan, agar majalah bulanan itu memiliki citra baru sebagai majalah fesyen kelas atas.
"Kami ingin terus mempertahankan ciri khas majalah Playboy. Tapi banyak pula yang ingin kami kembangkan," kata Cory Jones, pemimpin redaktur Playboy.
"Artikel kartun dan humor akan ditiadakan, karena tidak sesuai dengan pembaca yang lebih muda. Apakah Anda ingin tahu humor yang hanya membuat tertawa ayah atau kakek Anda? Tidak, kan?" lanjutnya.
Perubahan Playboy tentu saja mengagetkan banyak orang yang selama ini mengenal kontennya yang vulgar.
Meski tidak lagi vulgar, Playboy tetap menampilkan foto-foto seksi yang akan diminimalisir "keterbukaan"-nya.
"Foto-fotonya masih tetap seksi, tapi tetap wajar untuk dinikmati," ujar Jones.
Ilustrasi majalah Playboy. (Jason Kempin/Getty Images) |
"Ia hanya berkomentar 'ini yang saya inginkan sejak dulu,'" kata Scott Flanders, CEO Playboy.
Setelah tampila vulgar Playboy diminamilisir, Flanders mengaku ingin majalahnya bisa bersaing dengan Vanity Fair atau yang sejenis. Tidak lagi dengan GQ atau Maxim, saingannya selama ini.
Dengan tajuk rencana baru, Flandes juga berharap akan ada beragam pengiklan di majalahnya.
"Mungkin artikel mengenai pameran mobil Detroit akan kami tulis untuk yang pertama kali selama 20 tahun ini," ujar Flanders.
Tidak semua orang senang dengan perubahan Playboy. Flanders mengatakan pihaknya mendapatkan penolakan dari beberapa pengiklan langganan. Tapi Flanders tetap merasa optimis.
"Mungkin ini terasa seperti mimpi bagi para pembaca yang tidak kreatif, karena majalah Playboy tidak akan lagi menampilkan banyak tampilan vulgar," kata Flanders.
(ard/vga)
Ilustrasi majalah Playboy. (Jason Kempin/Getty Images)