Iggy Pop Rela Bugil Demi Calon Maestro Seni Lukis

Andika Putra | CNN Indonesia
Rabu, 02 Mar 2016 13:42 WIB
Sang penggawa punk rock rela telanjang bulat demi menjadi model di kelas melukis di New York Academy of Art, AS. Iggy Pop (CNN Indonesia Getty Images/Carlos Alvarez)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai musisi, Iggy Pop tergolong aktif. Nyaris tak pernah absen berkarya sejak era 1970-an hingga kini. Dua pekan lagi, tepatnya 18 Maret 2016, sang penggawa punk rock bakal merilis album musik terbaru berjudul Post Pop Depression.

Album musik yang menjagokan lagu Break Into Your Heart disebut-sebut mengingatkan karya Johnny Cash, Lou Reed dan Nick Cav dengan sentuhan Josh Homme (yang kebetulan bertindak sebagai produser dan pemain gitar di Post Pop Depression).

Selain Homme, yang tak lain pentolan Queens Of The Stone Age, turut terlibat Dean Fertita "Queens of The Stone Age" dan Matt Helders "Arctic Monkeys." Iggy juga akan manggung di Royal Albert Hall di London, Inggris, pada 13 Mei mendatang.


Jelas bukan Iggy namanya bila tak kreatif. Selain ranah musik, ia juga memberi kontribusi besar bagi ranah seni. Baru-baru ini, ia rela telanjang bulat demi menjadi model di kelas melukis secara langsung di New York Academy of Art, AS.

Kelas melukis yang digagas oleh Museum Brooklyn pada akhir Februari ini mendapat pendampingan dari Jeremy Deller. Sang seniman asal Inggris pernah meraih Turner Prize 2004 dan Albert Medal of the Royal Society for the Encouragement of Arts.

Kelas tersebut diikuti 21 seniman dengan rentang umur 19-80 tahun. Nantinya, karya seniman yang melukis tubuh Iggy akan dipamerkan di Museum Brooklyn. Pameran bertajuk Iggy Pop Life Class itu akan diselenggarakan pada akhir tahun ini.

Deller menjelaskan, sebagaimana dikutip Pitchfork, Life Class yang menghadirkan model tamu Iggy adalah ruang khusus untuk meneliti sekaligus cara terbaik untuk memahami anatomi tubuh manusia, dengan dasar pendidikan seni dan sejarah seni.

"Bagi saya, pemilihan Iggy Pop sebagai model, masuk akal. Tubuhnya merupakan pusat pemahaman tentang musik rock dan budaya Amerika," kata Deller. "Tubuhnya telah menyaksikan banyak [hal] dan harus didokumentasikan."

(vga/vga)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER