Tampak pesohor dari Sys NS, Achmad Albar, Camelia Malik, Debbie Sahertian, Titi Qadarsih dan Ingrid Wijanarko berbaur dengan para tamu sembari menikmati makanan dan minuman ringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Workshop tersebut menghasilkan sebuah konsep yang telah disetujui bersama untuk membuat sebuah festival film untuk kaum muda Indonesia.
Untuk itu, panitia #HFN2016 mengundang keluarga Usmar, sekaligus menganugerahkan penghargaan kepada sederet sineas Indonesia yang pernah terlibat dalam film karya Usmar.
“Kami memberikan apresiasi kepada sineas yang membaktikan diri selama 10 tahun dan sekarang sudah sepuh. Sebagian dari mereka pun pernah terlibat di film karya Usmar Ismail.” Demikian isi siaran pers.
Seluruh rangkaian acara HFN 2016 harus merakyat sesuai tema ‘Film Indonesia adalah kita.’Niniek L. Karim, ketua panitia #HFN2016 |
Ketua panitia #HFN2016 Niniek L. Karim menyatakan, “Seluruh rangkaian acara HFN 2016 harus merakyat sesuai tema ‘Film Indonesia adalah kita.’” Kata “kita” merujuk masyarakat Indonesia.
Pada malam ini (30/3), juga digelar acara Malam Film Indonesia serentak di Gedung bioskop XXI Metropole dan CGV Blitz Pacific Place, Jakarta, untuk memutar film klasik Tiga Dara (1956).
Film karya Usmar ini dibintangi Chitra Dewi, Mieke Wijaya, dan Indriati Iskak. Sjaiful Bachri yang bertindak sebagai penata musik meraih Piala Citra kategori Tata Musik Terbaik pada 1960.
Rangkaian agenda #HFN2016 diestafet dengan pemutaran film pendek di rumah susun di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu pada 31 Maret-1 April 2016.
Berikutnya, pada 2-3 April 2016, panitia #HFN2016 mengundang seluruh masyarakat untuk hadir di Pesta Film Rakyat di Taman Menteng, Jakarta, sejak sore untuk menyaksikan film layar tancap raksasa.
(vga/vga)