Pada Selasa (12/4) baru lah terungkap, mengutip Reuters, bahwa lukisan itu merupakan karya salah satu pelukis kenamaan Italia, Caravaggio. Temuan itu termasuk hebat dalam sejarah seni.
Karya lukisan yang ditemukan menggambarkan pahlawan perempuan dalam kitab Injil, Judith. Dalam lukisan itu, ia memenggal kepala jenderal Assyria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang pemilik harus mendobrak sebuah pintu yang tak pernah dibuka sebelumnya untuk memperbaiki kebocoran rumah. Lukisan terletak persis di balik pintu yang tak sengaja dibuka paksa itu.
Diperkirakan, lukisan itu dikerjakan di Roma sekitar 1604 sampai 1605 oleh Caravaggio yang bernama asli Michelangelo Merisi. Kondisi lukisan masih sangat baik saat ditemukan.
Itu membuat Turquin berpendapat, kemungkinan lukisan itu telah terlupakan di loteng rumah selama 150 tahun. Lantas apa yang membuat Turquin yakin bahwa lukisan itu benar karya Caravaggio?
"Pelukis itu seperti kita, punya ciri khas. Anda bisa melihat seluruh ciri khas Caravaggio di dalam yang satu ini. Tidak semuanya, tapi kebanyakan dari [ciri khas] itu. Cukup untuk meyakinkan bahwa ini karyanya, karya seorang seniman besar," ujar Turquin yakin.
Pihak berwenang Perancis harus membungkus lukisan yang akan dibawa meninggalkan Perancis itu. Dalam surat keterangannya ditulis, "karya seni bernilai tinggi yang bisa diidentifikasi sebagai lukisan Caravaggio yang hilang." (rsa/vga)