"Saat kunjungan kami kemarin itu ada satu desa kecil yang membuat saya terkesan dengan cara hidup masyarakatnya yang menggunakan solar sel. Yang membuat saya takjub itu mereka masih memegang teguh prinsip-prinsip adat atau kearifan lokalnya," ujar Ario Bayu, di Pekanbaru, Selasa (24/5), seperti diberitakan Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Katanya, menjadi seorang warrior satwa adalah bentuk prinsip yang harus dimiliki semua orang. Lebih kepada menanamkan sikap peduli pada publik.
Ia juga bercerita tentang kesan pertama naik piyau, perahu kecil, untuk menempuh jarak antardesa yang ada di Kabupaten Kampar, Riau. Di Desa Limbang Baling, sungai adalah mata rantai yang tak terpisahkan dengan kehidupan desa.
"Mereka sangat menghargai keberadaan sungai sebagai bagian dari sesuatu yang sangat memberi kehidupan." (sil)