Momen 'Man to Man' Giring Ganesha dan Morgan Oey

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Selasa, 28/06/2016 19:50 WIB
Beradu akting dengan Morgan Oey di film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea, Giring Ganesha memfavoritkan adegan man to man. Beradu akting dengan Morgan Oey di film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea, Giring Ganesha memfavoritkan adegan man to man di Negeri Gingseng. (CNNIndonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akting memang tidak asing bagi Morgan Oey dan Giring Ganesha yang berprofesi sebagai penyanyi. Morgan pernah menjadi anggota boy band Smash, dan Giring tak lain vokalis grup band Nidji.

Pada 2010, Giring pernah membintangi film Sang Pencerah. Setahun kemudian, Morgan membintangi beberapa judul sinetron dan film layar lebar, di antaranya Cinta Cenat Cenut dan Assalamualaikum Beijing.

Kini, Morgan dan Giring beradu akting di film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea yang bakal tayang di bioskop mulai 30 Juni 2016. Meski sudah mengantongi 'jam terbang,' bukan lantas tak ada tantangan.


Diakui Morgan, demi melakoni perannya sebagai fotografer muda keturunan Korea bernama Hyun Geun, ia harus mengubah logat, juga penampilannya. Selama delapan bulan, ia memanjangkan rambut.

"[Film] ini sangat personal, kerja keras [kami] terbayar. [Dan saya] senang banget. Satu poin waktu nonton film ini, luar biasa puas banget," kata Morgan tentang film ke-empatnya yang ber-genre drama religi.

Soal bahasa dan logat Korea, Morgan mempelajarinya secara intensif selama tiga minggu dibantu tim dari sang sutradara, Guntur Soeharjanto. "[Saya juga] belajar bahasa Indonesia dengan aksen Korea," katanya.

Selaras dengan Morgan, Giring juga bangga terlibat di film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea. Pasalnya, ia mendapat peran lumayan besar sebagai Ilham, maka semaksimal mungkin ia mendalami perannya.

"Ketika lagi reading, saya sempet dikritik sama Ringgo karena aktingnya jelek. Saya dibilang 'Lu kayak enggak yakin dengan karakter.' Akhirnya saya sama Pak Sunil [produser] bela-belain nyewa seorang pelatih akting, Susilo Badar, untuk coaching," ujar Giring. Ringgo dan Morgan turut membantunya dalam berakting.

Bagi Giring, ini merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa. Selama ini, ia hanya membantu proyek film dengan membuat soundtrack saja. Namun kini, ia bisa melihat wajahnya terpampang di layar lebar, bahkan di poster film. Tak hanya itu, ia juga senang bisa beradu akting dengan sahabat-sahabatnya. Meski begitu, ia dan pemeran lainnya tak ingin terbawa suasana akrab. Mereka tetap bermain secara profesional.

Hal ini pun diakui Morgan. Katanya, para pemain film, termasuk sang bintang utama Bunga Citra Lestari (BCL), harus meningkatkan kemampuan masing-masing dalam melakoni adegan bersuasana romantis. Terlebih lagi, kisah cinta dalam film ini masih dibalut batasan Islam, tidak ada sentuhan antara laki-laki dengan perempuan yang belum menikah. "Kalau enggak ada sentuhan, [berarti] rasa itu harus ada," tegas Morgan.

"Jadi begitu 'action' kami berubah jadi orang yang kami inginkan. Saya langsung tahu, itu bukan BCL tapi Rania. Kadang-kadang enggak nyangka juga kalau Morgan orang Indonesia," ujar Giring sambil bergurau. Pelantun lagu Di Atas Awan ini juga menceritakan adegan favoritnya: saat berhadapan dengan Morgan di Korea. "Bagi saya, [adegan] itu man to man banget," katanya.

Morgan pun menambahkan, bahwa pemain film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea cukup unik. "Kami semua penyanyi, Giring, BCL, tapi surprisingly kami bisa kasih yang terbaik."

(vga/vga)