Karenanya, seperti diberitakan NME, band pelantun I Miss You itu rencananya akan menggelar tur keliling Eropa menggunakan moda transportasi laut maupun darat. Travis mengatakan, ia lebih memilih naik kapal untuk mencapai Inggris Raya.
"Saya biasa naik bus ke mana-mana ketika kami di Amerika. Tapi kalau kami melakukan tur ke Eropa, maka saya akan naik kapal Queen Mary ke Inggris Raya. Saya enam hari di bus, dari Los Angeles ke New York. Lalu 11 hari di kapal," Travis mengatakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Personel yang lain, Mark Hoppus mengaku masih memikirkan alternatif-alternatif yang memungkinkan untuk membantu ketakutan Travis akan terbang. "Kami harap kami bisa melakukannya. Travis sedang mencari kemungkinan untuk naik kapal dari Los Angeles, yang pastinya bakal jadi perjalanan panjang."
Dua dari mereka meninggal, Chris Baker dan Charles Still. Travis selamat, meski luka bakar.
"Saya membuka pintu dan tangan saya langsung terbakar. Saya berusaha lari keluar dari pesawat, tapi terendam oleh bahan bakar jet yang membuat api di tubuh saya membesar. Saat itu saya seperti berjalan di neraka," Travis pernah mengungkapkan.
Akibat kecelakaan itu Travis harus dirawat 11 minggu di rumah sakit. Ia bahkan harus menjalani 16 kali operasi. Sementara DJ AM, yang selamat bersama Travis, meninggal setahun kemudian akibat overdosis di apartemennya di New York.
Travis sendiri masih terus beraktivitas usai kecelakaan itu. Bersama Blink-182 ia bahkan baru-baru ini merilis album terbaru berjudul California. (rsa)