Sitkom yang ditayangkan oleh NBC ini dirangkum oleh Jennifer Keishin Armstrong menjadi buku berjudul Seinfeldia. Sang kritikus acara televisi ingin sitkom Seinfeld abadi dan dikenal oleh banyak generasi.
"(Sitkom) itu begitu padat sehingga Anda bisa menemukan hal bagus, hal baru setiap menonton. Penonton merasa begitu terhubung dengan sitkom itu, rasanya seperti melihat orang-orang frustasi melakukan hal yang Anda inginkan," kata Armstrong, dilansir NBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seinfeld tak hanya memperlihatkan lawakan yang dapat membuat penonton tertawa. Sitkom ini juga memuat konten yang membahas episode sebelumnya. Selain itu juga terdapat perbincangan yang cukup kompleks dan meta-intertekstualitas yang sering dilakukan orang-orang modern.
"Itu tidak terasa seperti orang-orang akan berhenti menonton. [Saat itu] Anda akan mendengar orang berkata 'Oh, saya tidak bisa tidur sebelum menonton Seinfeld,'" kata Armstrong.
Seinfeld dapat dikatakan salah satu sitkom paling terkenal pada era '90-an. Namun memasuki era 2000-an, sitkom itu tak lagi santer dibicarakan. Ia kalah dengan sitkom Friends yang tayang pertama kali pada 1994 dan selesai satu dekade kemudian. (vga/vga)