Jika kebanyakan pameran ini diisi dengan karya bermerdium kanvas, lain halnya dengan sebuah galeri kecil di pojok ruangan: Laboratorium Panjang Umur atau Long Life Laboratory by Fransisca Retno.
Ika, sapaan akrabnya, membuat sebuah performance art dengan menggabungkan eksperimen sosial di dalamnya. Ia menyediakan beragam rempah-rempah yang berkhasiat untuk kesehatan tubuh, serta secarik kertas untuk pengunjung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sebagai bentuk kritik dari informasi obat-obatan yang terlalu banyak diterima oleh masyarakat urban. Apakah harus minum obat media sepenuhnya, atau herbal sepenuhnya, atau setengah-setengah," kata Ika menjelaskan latar belakang idenya tersebut.
Untuk itu, ia pun berinisiatif agar masyarakat tak ragu membuat jamu ala mereka sendiri. Terlebih lagi, Ika menjelaskan, bahwa pada eksperimen pembuatan jamu ini tidak ada benar atau salah. Semua bahan-bahan yang ia bawa, seperti sambiloto, jeruk nipis, madu, jahe, kunyit, dan lainnya, sudah ia pastikan memiliki khasiat dan bisa dikonsumsi oleh siapa saja.
Ika boleh dibilang cukup berani dalam meracik jamu tersebut, namun ia tetap mengaku bahwa dirinya bukan ahli kesehatan, "aku baca buku saja dan cari tahu khasiatnya."
(CNNIndonesia/Munaya Nasiri) |
(CNNIndonesia/Munaya Nasiri)