Sebelumnya, penghargaan bergengsi buat perempuan itu pernah diraih oleh penyanyi Gwen Stefani, aktris dan aktivis Zendaya, dan atlet Olimpiade Simone Biles.
Bono menjadi pria pertama yang meraih predikat tersebut, berkat upayanya dalam peduli kesetaraan gender.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita semua bertanggungjawab akan masalah ini, jadi semua harus terlibat untuk mencari solusinya," tambah dia.
Bono menjadi satu di antara tidak banyaknya pria yang mau turut terlibat dalam berbagai isu mengenai persoalan perempuan.
Tidak banyaknya pria yang peduli, kata dia, karena kadang persoalan itu seolah mengabur dan tidak jelas.
"Kita dapat melakukan banyak hal dari apa yang kita pikir, kita bisa lakukan."
Lebih jauh ia menegaskan, kepedulian terhadap isu perempuan pun dapat dimulai dari pemilihan pemimpin. Jika ada kandidat pemimpin, yang tidak mendukung dan peduli akan isu perempuan, jangan dipilih.
Ia pun mengutip Nelson Mandela, bahwa 'sesuatu yang tampak tidak mungkin, menjadi mungkin ketika dilakukan.'"
Bono dan U2 baru-baru ini ramai dibicarakan karena sikap yang lantang menentang kandidat presiden Donald Trump. Bahkan mengikritik saat tampil dalam pertunjukan di atas panggung. (rah)