Rusdy Rukmarata, Direktur Artistik EKI Dance Company memaparkan, timnya yang terdiri dari sembilan penari berusia 16 hingga 23 tahun ini akan menyajikan dua nomor tarian, yakni Bala Turangga dan Kabaret Baliano. Ia mengaku memilih Bala Turangga karena ini merupakan tarian yang terinspirasi dari pasukan Bhayangkari, pasukan elite berkuda dari era Majapahit.
Rusdy berpandangan, Bala Turangga memamerkan gerakan tarian Jawa yang dibalut dengan musik yang dinamis, sehingga akan mampu menghadirkan suasana mistis saat datangnya pasukan kuda tersebut. Riasannya pun menggabungkan antara berbagai budaya Indonesia yang ditampilkan dengan gaya modern.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam tarian ini terlihat keragaman budaya dari segi gerak, kostum, maupun make up yang sedemikian rupa memadukan berbagai unsur budaya Indonesia yang digarap secara modern hingga dapat dinikmati publik internasional," katanya.
Presiden Direktur EKI Dance Company Aiko Senosoenoto berencana menjadikan ajang ini sebagai kesempatan untuk mengenalkan Indonesia sebagai negara yang terbuka, memiliki keberagaman budaya. Menurutnya, masyarakat di seluruh Tanah Air dapat hidup dan tumbuh bersama.
"Kekayaan sesungguhnya yang perlu dibanggakan dan dirawat adalah keberagaman budaya dan kekhasan pola hidup, cara pandang masyarakat Indonesia yang sangat terbuka, hangat, sehingga memungkinkan keberagaman itu terus ada. Kekayaan alam seperti hutan, minyak dan gas bumi, emas, dan yang lainnya, menjadi tidak ada artinya jika manusianya tidak lagi bisa menerima, merawat, dan merayakan keberagaman," katanya.
Latihan intens
Dalam menata koreografi kedua tarian ini, Rusdy mengaku dibantu oleh asisten koreografer Takako Leen dan Siswanto Kojack Kodrata. Sedangkan musiknya diaransemen komposer kondang Oni Krisnerwinto.
Latihan sebagai persiapan menuju festival tari Asia Pasifik yang dilakukan para penari EKI Dance Company. (Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia) |
Ia melanjutkan, "Kami sebenarnya ingin menampilkan sesuatu yang khas dari Indonesia. Kami pilih Bala Turangga dan Kabaret Baliano karena kami merasa tarian ini khas Indonesia, ada di mana-mana, tapi mungkin belum terlalu terekspos di dunia internasional."
Salah satu anggota penari EKI Dance Company yang akan ikut serta ke India, Nala Amrytha, mengaku mengebut latihan secara intens selama tiga bulan penuh. Tak hanya berlatih dan menghafal gerakan Bala Turangga dan Kabaret Baliano, ia juga harus latihan tari Bali. Padahal, ia dan kedelapan rekannya merupakan penari beraliran umum yang biasanya berlatih tari balet dan kontemporer.
Tari Bala Turangga merupakan tarian yang terinspirasi dari pasukan Bhayangkari, pasukan elite berkuda dari Majapahit. (Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia) |
Selain kesulitan-kesulitan itu, Nala pun mengaku harus banyak memperkuat staminanya. Menurutnya, tarian Kabaret Baliano sangat menguras ketahanan fisik.
"Apalagi tarian ke-dua, ketika awal belajar sampai bagian tengah itu sudah tidak kuat, tidak seimbang, konsentrasi hilang, dan lain-lain, karena staminanya kurang. Makanya ada kelas fisik juga, body conditioning seminggu sekali, push up depan, samping, dan lain-lain," ujarnya.
Pada perhelatan perdananya ini, AIDF digelar di Auditorium Shilpakala Vedika, Kota Hyderabad Telangana, India pada Minggu (15/1) mendatang. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan budaya khas di wilayah Asia Pasifik melalui tari. Selain Indonesia, akan tampil juga tarian dari Afghanistan, Azerbaijan, Fiji, India, Maldives, Mongolia, Turkmenistan, dan Uzbekistan.
Tari kabaret Baliano terinspirasi dari tari Legong dan Pendet Bali yang dipadukan dengan gerak tari modern. (Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia) |
Latihan sebagai persiapan menuju festival tari Asia Pasifik yang dilakukan para penari EKI Dance Company. (Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia)
Tari Bala Turangga merupakan tarian yang terinspirasi dari pasukan Bhayangkari, pasukan elite berkuda dari Majapahit. (Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia)
Tari kabaret Baliano terinspirasi dari tari Legong dan Pendet Bali yang dipadukan dengan gerak tari modern. (Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia)