Pameran David Bowie Pertama Injakkan Kaki di Asia

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 10/01/2017 17:08 WIB
Pameran David Bowie Pertama Injakkan Kaki di Asia Pameran David Bowie menginjakkan kaki di Tokyo. (REUTERS Jim Bourg/Files)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari lahir David Bowie masih ‘dirayakan’ meski sang musisi telah tiada sejak setahun lalu. Ada musik yang dirilis, tribute yang digelar, serta doa yang masih dipanjatkan.

Sebuah pameran yang menampilkan musik, gaya busana, serta hal yang berkaitan dengan Bowie pun dibuka di Tokyo, Minggu (8/1) kemarin.

Pameran itu disebut menjadi satu-satunya dan pertama yang berlangsung di Asia setelah sebelumnya berkeliling ke berbagai kota di dunia termasuk Toronto, Sao Paolo, Berlin, Chicago, Paris, Melbourne, dan Belanda.


Seperti tertulis dalam situs resmi David Bowie, pameran bertajuk ‘David Bowie is’ akan berlangsung sejak 8 Januari hingga 9 April 2017. Setelahnya, tur pameran itu akan digelar di Museu del Disseny de Barcelona, Spanyol mulai 25 Mei mendatang.

Dilaporkan NME, lebih dari 300 barang, termasuk lirik asli tulisan tangan Bowie, sampul album-albumnya, serta sejumlah kostum milik penyanyi yang meninggal setahun silam karena kanker itu, turut dipamerkan.

Di dalam pameran itu, pengunjung dapat mendalami jiwa dan imajinasi Bowie sambil mendengarkan musik dan rekaman wawancaranya dari headphone yang tersedia.

Pameran itu sampai ke Tokyo, disebutkan karena kota itu punya ikatan batin dengan kota itu sepanjang kariernya.

"Dari awal dan sepanjang kariernya, Jepang dan budayanya mempengaruhi banyak diri Bowie," ucap Victoria Broackes, salah satu kurator pamerannya.

Dalam situs itu pun tertulis, "43 tahun silam minggu ini, David Bowie, artis paling berpengaruh dari abad ke-20, turun dari kapal pesiar mewah ‘Oronsay’ dan menginjakkan kaki di Jepang untuk pertama kalinya."

Mulanya, pameran ‘David Bowie is’ dibuka dan dikurasi oleh Museum Victoria and Albert di London pada 2013. Setelahnya pameran itu melanjutkan perjalanan ke sembilan kota di dunia dan telah mendapat lebih dari 1,6 juta pengunjung. Untuk dapat menikmati pameran di Tokyo, pengunjung harus merogoh kocek mulai dari 1200 hingga 2400 yen (Rp138 sampai 275ribu).