Mengutip NME, penelitian dilakukan oleh The Scottish Society for the Prevention of Cruelty to Animals (SSPCA) dan University of Glasgow. Mereka memainkan berbagai genre musik kepada anjing yang ‘dikarantina’ dan memonitor bagaimana mereka bereaksi pada setiap lagu.
Profesor Neil Evans dari Glasgow mengatakan, ada kemungkinan bahwa anjing pun punya preferensi mendengar musik seperti manusia. Itulah dasar dari penelitian dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, tidak dijelaskan lebih detail soal bagaimana perilaku anjing merespons itu.
“Saat ini pusat penampungan anjing kami di Glasgow maupun Edinburgh bisa memperdengarkan musik ke tiap kandang. Ke depannya setiap penampung akan bisa menawarkan teman kita [anjing] lagu-lagu yang mereka setujui,” ujarnya kepada BBC.
Selain anjing, mereka juga akan membuat penelitian serupa untuk spesies lain.
Sebelumnya, sudah ada penelitian soal membuat musik untuk kucing. Komposer asal Amerika Serikat, David Teie bahkan pernah mendedikasikan musiknya untuk binatang yang bahkan tak bisa bertepuk tangan itu. Ia butuh ratusan juta rupiah untuk membuat album khusus kucing.
Ia memasukkan unsur sains untuk membuat album itu. Salah satunya, musik harus ada unsur suara mendesah atau mengecap. Teie sebelumnya juga pernah membuat musik untuk monyet. (rsa)