TTATW, Lightcraft, dan Kimokal Wakili Indonesia untuk SXSW

Resty Armenia, CNN Indonesia | Kamis, 09/02/2017 19:02 WIB
TTATW, Lightcraft, dan Kimokal Wakili Indonesia untuk SXSW The Trees and The Wild (TTATW), bersama Lightcraft dan Kimokal akan mewakili Indonesia di Festival SXSW di Austin, AS, 10-19 Maret mendatang. (Foto: CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tiga band indie lokal The Trees and The Wild (TTATW), Lightcraft, dan Kimokal akan mewakili Indonesia dalam perhelatan SXSW (South by Southwest) 2017, yang berlangsung di Austin, Amerika Serikat pada 10-19 Maret mendatang.

SXSW Music merupakan salah satu festival musik terbesar di dunia yang memberikan kesempatan bagi 2.500 musisi untuk tampil di lebih dari 100 panggung. Selain musik, festival ini juga menggelar ajang bagi sineas dari seluruh dunia untuk memamerkan karyanya secara perdana dalam SXSW Film.

Tahun ini, diperkirakan sekitar 70 ribu orang hadir untuk mengikuti festival tahunan yang terdiri dari berbagai kegiatan konferensi, festival, dan pameran. Selain film dan musik, para pengembang teknologi kreatif dari seluruh dunia juga akan berkumpul dalam SXSW Interactive Trade Show. Indonesia sendiri akan membuka booth bertajuk ‘Archipelageek, From Indonesia To SXSW 2017.’


Andi Sadha, Managing Partner Activate Media sekaligus kurator Archipelageek, menjelaskan bahwa tahun ini sebanyak 8.696 musisi dari seluruh dunia mendaftar untuk bisa tampil dalam SXSW, namun panitia hanya memilih sekitar 2.000.

“Jadi bisa terbayang bahwa band seperti Lightcraft bisa terpilih melawan global, tidak cuma dari Indonesia saja. Itu suatu prestasi sendiri. Film juga begitu,” ujarnya saat bertemu media di Yello Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (9/2). 

Untuk penampilan band wakil Indonesia tahun ini, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan turut memfasilitasi ketiganya untuk tampil di panggung SXSW.

Ia menambahkan, “SXSW tahun ini adalah pergelaran yang ke-31 tahun, jadi ini bukan festival kemarin sore. Banyak sekali cerita soal musik bahwa band mendulang sukses setelah diundang di sana. Selain itu, saking pentingnya SXSW, sampai sineas menunda rilis filmnya hanya biar bisa diputar perdana di sana, karena SXSW cuma mau film yang belum pernah diputar.”

TTATW, Lightcraft, dan Kimokal Wakili Indonesia untuk SXSWSalah satu penampilan Kimokal di atas panggung. (Foto: CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Dalam prosesnya, Andi memaparkan, TTATW, Lightcraft, dan Kimokal mengirimkan aplikasi bandnya masing-masing kepada panitia SXSW. Hal yang sama dilakukan oleh para sineas lokal yang ingin filmnya diputar perdana di SXSW. Pihak Bekraf baru akan memberikan fasilitas kepada peserta yang lolos kurasi oleh panitia festival tersebut.

Ia pun menuturkan, ini bukan pertama kalinya Indonesia mengirimkan perwakilan musisi ke SXSW. Sebelumnya, festival ini pernah mengundang band indie White Shoes and The Couples Company, The Sigit, dan Shaggydog.

“Tahun lalu ada Shaggydog, tapi tahun ini untuk pertama kalinya Indonesia punya tiga band untuk tampil di SXSW. Ini membuat semangat untuk mempromosikan Indonesia. Lightcraft juga bisa dapat koneksi dan panggung terbaik. Saya langsung terbayang serunya panggung seni tahun lalu, [musik Lightcraft] adalah jenis musik yang akan menarik penonton,” katanya.

Senada dengan Andi, Wakil Kepala Bekraf, Ricky Joseph Pesik mengungkapkan bahwa pihaknya sama sekali tidak ikut memutuskan siapa saja musisi yang bisa mewakili Indonesia, karena proses kurasi dilakukan sepenuhnya oleh pihak panitia SXSW.

TTATW, Lightcraft, dan Kimokal Wakili Indonesia untuk SXSWBadan Ekonomi Kreatif memfasilitasi musisi, sineas, serta pengembang teknologi kreatif untuk unjuk gigi di Festival South by Southwest (SXSW). (Foto: CNN Indonesia/Resty Armenia)
“Kalau film dan musik, Bekraf bantu pendaftaran kepada tim SXSW. Kalau yang kurasi tim di sana langsung, kami tidak punya apa-apa. Ketika sudah diterima, baru kami fasilitasi ke sana. Untuk film sendiri baru pengumuman besok, bisa jadi ada atau tidak ada film Indonesia yang lolos,” ujarnya. (rah/rah)


BACA JUGA