Oprah Winfrey Tak Menolak Rencana Pencalonan Presiden AS

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 02/03/2017 07:31 WIB
Oprah Winfrey Tak Menolak Rencana Pencalonan Presiden AS Oprah Winfrey ditanya soal kemungkinan mencalonkan diri sebagai Presiden AS 2020. (REUTERS/Brian Snyder)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2020 mungkin akan diramaikan selebriti. Rapper Kanye West sudah mendeklarasikan pencalonannya saat berpidato dalam MTV Video Music Awards beberapa tahun lalu. Kini, bukan tidak mungkin Oprah Winfrey pun ikut-ikutan.

Winfrey bukan sosok yang asing dengan hal-hal berbau politik, termasuk soal kepresidenan. Sembilan tahun lalu ia merupakan pendukung Barack Obama. Jika dipikir-pikir, berkat muncul di acara bincang-bincang Oprah lah elektabilitas Obama—saat itu senator—naik pesat.

Tahun lalu, ia vokal berkampanye untuk Hillary Clinton. Oprah penentang Donald Trump.



Tapi kini, dengan terpilihnya Trump sebagai Presiden AS, yang kemudian menimbulkan kontroversi karena kebijakan-kebijakannya, Oprah berpikir ulang untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Tapi ia tidak mengiyakan, tidak pula menolak wacana pencalonan itu.

Oprah ditanya soal kemungkinan itu saat diwawancara Bloomberg TV yang disiarkan Rabu (1/3). “Saya tidak pernah berpikir pertanyaan itu bahkan menjadi kemungkinan,” katanya. “Saya baru berpikir, ‘Oh. Oh?’” lanjutnya dengan ekspresi seperti menemukan sesuatu.

Trump yang tidak berpengalaman politik saja, bisa terpilih sebagai presiden. Oprah jadi berpikir, seperti diberitakan AFP, kemungkinan untuk dirinya mencalonkan dan terpilih sebagai presiden pun ada.


“Itu yang saya pikirkan. Saya pikir, ‘Ya Tuhan, saya tidak punya pengalaman. Saya tidak tahu banyak. Dan sekarang saya berpikir, ‘Oh,’” tutur Oprah lagi dalam wawancara yang direkam pada Desember lalu—sebulan setelah Trump terpilih dalam Pemilu AS—itu.

Oprah sendiri pernah bertemu Trump. Pada 1988, ia mewawancarai sang pengusaha properti dan mempertanyakan kemungkinannya mencalonkan diri sebagai presiden. Dengan angkuh saat itu Trump menjawab, “Mungkin tidak. Saya akan punya banyak kesempatan untuk menang.” (rsa/rsa)