Dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone, Armstrong mengibaratkan masyarakat sebagai karakter protagonis dalam serial buku karangan JK Rowling, Harry Potter, yang berjuang mengalahkan kejahatan yang dibuat sang Pangeran Kegelapan Voldemort, meski dengan cara yang rumit.
"Saya melihat anak-anak saya sebagai generasi Harry Potter. Ada rasa keadilan dalam mengalahkan Voldemort. Ini adalah kisah klasik antara yang baik melawan kejahatan. Untuk menjadi seperti Harry Potter yang dapat mengalahkan kejahatan, tapi masih menjadi manusia yang rumit. Itu memberikan saya banyak harapan," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pentolan Green Day Dukung Demo Anti-Trump |
Melansir NME, Armstrong menyatakan bandnya ikut bergabung menyuarakan perlawanan terhadap Trump. Menurutnya, selama dua bulan Amerika Serikat di bawah kendali Trump, masyarakat menjadi korban omong kosong belaka.
"Kami baru di bulan ke-dua dengan kepresidenan ini. Seperti setiap hari Anda makan berbagai bentuk omong kosong. Saya pikir masyarakat adalah korban omong kosong yang terus-menerus," tutur Armstrong.
Lihat juga:Kemenangan Trump, Kekhawatiran Lady Gaga |
Ini bukan kali pertama pentolan band trio rock itu menentang Trump. Armstrong juga pernah membandingkan Trump dengan Pemimpin Nazi Hitler.
"Dia [Trump] seperti Hitler. Perbedaannya adalah bahwa dia menggunakan taktik menakut-nakuti terhadap kelompok minoritas--Muslim dan Meksiko dan Afrika-Amerika. Ini bisa jadi perang ras," ujarnya kala itu.
Lihat juga:Green Day Kritik Donald Trump dan Pemilihnya |