John Legend Nilai Donald Trump Siap Dilengserkan

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 06/04/2017 11:37 WIB
John Legend Nilai Donald Trump Siap Dilengserkan Dalam sebuah wawancara, John Legend ikut menanggapi rumor pemakzulan atas Donald Trump dan ia menganggap presiden AS itu siap dilengserkan. (REUTERS/Jim Lo Scalzo/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ungkapan ketidaksukaan para selebriti Hollywood kepada Presiden Donald Trump sudah jadi rahasia umum. Dan soal isu pemakzulan Trump yang santer beredar, John Legend anggap cepat atau lambat aksi tersebut akan terjadi.

"Ya, saya rasa Trump akan dilengserkan," kata Legend dalam sebuah wawancara dengan Independent.

"Saya rasa Trump sudah melakukan cukup banyak untuk bisa dimakzulkan. Kini tinggal kongres apakah punya keberanian untuk melakukannya."
Legend adalah satu dari sekian banyak selebriti dan musisi Hollywood yang mengungkapkan ketidaksukaan mereka terhadap Trump. Dan taipan real estat itu juga sering menjadi bahan ledekan di masyarakat Hollywood.


Sebut saja aksi musisi Snoop Dogg yang dengan terang-terangan membuat video klip beradegan ia menembak seseorang yang menggambarkan Trump.

Video klip berjudul Lavender (Nightfall Remix) itu kemudian menyulut respon dari pihak Trump. Pengacara Trump menilai tindakan musisi itu tergolong penghinaan.
Trump sendiri bahkan mengatakan musisi tersebut bisa saja dipenjara karena tindakannya itu.

Dan kini, isu pemakzulan terhadap Donald Trump mengemuka menyusul banyaknya aksi protes terhadap presiden tersebut.

Selain pemakzulan, sebagian pihak menganggap Trump lambat laun akan mengundurkan diri sebagai presiden Amerika Serikat.

"Dan pemakzulan itu mungkin tidak akan terjadi hingga 2018, namun akan bisa mungkin lebih cepat bila ada bukti cukup yang dihadirkan melawan Trump," kata Legend.
"Saya juga bukan super optimis untuk terangkatnya Mike Pence sebagai presiden, namun setidaknya Pence tidak gila. Pence tidak terlihat bahwa ia psikopat," lanjutnya.

Sejumlah pengamat di Negeri Paman Sam juga pernah memprediksi Trump akan dimakzulkan pada suatu saat nanti, termasuk profesor American University yang kerap memprediksi hasil pemilu AS, Allan Lichtman.

Richard Nixon adalah satu-satunya presiden AS dalam sejarah yang telah mengundurkan diri sebelum dirinya dimakzulkan. Presiden ke-37 itu mundur setelah dijerat skandal Watergate, 1974 silam.

Andrew Johnson dan Bill Clinton juga hampir dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan AS sebelum akhirnya dibebaskan Senat.