Semua itu gara-gara simbol ‘QS 5:51’ dan ‘212’—yang mengarah pada Al-Maidah ayat 51 dan aksi 212 yang ia sisipkan di komik X-Men Gold #1 yang ia kerjakan.
Komikus asal Tulungagung itu mengaku menyesal karena kariernya di perusahaan komik sekelas Marvel sudah berakhir. Namun masih banyak jalan menuju Roma. Ardian mengaku masih ditawari membuat komik oleh perusahaan internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada Antara, ia menyampaikan hal yang sama. “Saya ingin istirahat sejenak dan menenangkan diri dulu,” ujar komikus yang mengawali karier sejak 2007 itu.
Penawaran harganya pun setiap hari melangit. Tapi lagi-lagi Ardian bergeming.
“Manajer saya menyarankan agar karya asli ilustrasi komik tokoh superhero di serial X-Men Gold #1 yang ada tulisan simbol 'QS 51:5' atau '212' [masing-masing] dijual seharga US$3 ribu [sekitar Rp40 juta]. Namun saya belum bisa putuskan.”
Alih-alih mengambil keuntungan dari lembar karya yang berdampak fatal pada kariernya di Marvel itu, Ardian malah ingin menyimpannya sebagai kenangan.
“Saya sangat yakin ada hikmah tersembunyi yang saya belum tahu. [Biarlah] ini menjadi pelajaran bagi saya pribadi dan untuk yang lain semoga tidak melakukan hal yang sama kalau tidak siap dengan risikonya,” bapak satu anak itu mengungkapkan.