Melansir AFP, ada sekitar 20 peti mati ditemukan di sebuah ruang yang terkubur di bawah tanah di St Mary-at-Lambeth yang terletak di luar kawasan Canterbury, Gereja Anglikan tertinggi di Inggris.
Dua dari lima yang dikuburkan telah teridentifikasi berdasarkan pelat nama yang ada. Satu dari dua makam tersebut adalah Richard Bancroft, uskup Anglikan yang menjabat pada 1604-1610.
Lihat juga:Napak Tilas Menuju Salib Yesus |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dalam pekerjaan renovasi yang dikerjakan baru-baru ini, kontraktor menemukan satu ruangan bawah tanah yang belum pernah tersentuh.
Peti mati tiga abad itu ditemukan oleh pekerja konstruksi saat pemasangan kembali ubin batu bangunan tersebut.
"Kami tengah mengangkat ubin dan kami menemukan jalan masuk ke sebuah ruangan yang mirip ruang bawah tanah," kata manajer proyek, Karl Patten.
Mahkota emas itu kemudian diketahui sebagai tanda dari rekan pemimpin tertinggi Gereja Anglikan.
Di antara peti mati yang ditemukan, empat memiliki pelat nama, termasuk Bancroft dan John Moore yang pernah memimpin Canterbury dari 1783 hingga 1805.
"Ini penemuan luar biasa," kata sejarawan Wesley Kerr saat menanggapi temuan peti mati Bancroft.
Uskup Canterbury merupakan pemimpin dari umat Anglikan di dunia dan pemimpin spiritual dari Gereja Inggris.
"Kami tahu ada lima uskup yang terkubur di sana. Apa yang kami masih belum tahu adalah siapa lagi yang ada di bawah sana," kata Direktur Garden Museum, Christopher Woodward.
Museum itu dijadwalkan akan dibuka bulan depan. Peti mati telah dibiarkan tidak tersentuh dan ditempatkan sebuah panel kaca yang memungkinkan pengunjung melihat ke dalam ruang bawah tanah tersebut.