Mengenang Ateng, Mengenang Keberuntungan di Layar Perak

Patricia Diah Ayu, CNN Indonesia | Sabtu, 06/05/2017 13:32 WIB
Mengenang Ateng, Mengenang Keberuntungan di Layar Perak Ateng sering kali mendapatkan peran sebagai sosok yang beruntung, sementara Iskak jadi objek penderitaan. (Dok. Reni Ateng (Istri))
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Andreas Leo Ateng Suripto melambung di era 1970-an sebagai salah satu pelawak yang sering wara-wiri di layar perak. Ateng, demikian dia dikenal oleh para penggemarnya, berpasangan dengan Iskak Darmo Suwiryo ketika menghadirkan lawak-lawak legendaris.

Empat belas tahun setelah kepergian Ateng pada 6 Mei 2003 lalu, guyonan yang lahir dari kombinasi Ateng-Iskak masih abadi. Keduanya satu jiwa dan nyaris tak pernah dipisahkan ketika berkarya.

Karier Ateng di dunia film sebenarnya bermula dari grup lawak Kwartet Jaya, tergabung bersama Bing Slamet, Eddy Kus, dan Iskak. Berawal dari pentas panggung, nama mereka semakin melambung sehingga akhirnya kebanjiran tawaran untuk membintangi film komedi. Namun pada saat itu, produser film masih menjagokan nama Bing Slamet untuk dijadikan titel.


Meninggalnya Bing Slamet pada 17 Desember 1974 membuat Kwartet Jaya bubar. Tapi Ateng dan Iskak berhasil lepas dari bayang-bayang Bing Slamet dan kemudian membentuk duo Ateng-Iskak Grup yang juga tak pernah surut tawaran.

Beruntung bagi Ateng, namanya lebih menjual dan digunakan produser film sebagai judul. Hal ini juga bersesuaian dengan peran yang sering kali melekat pada dirinya. Ateng menjadi sosok yang lebih beruntung meski sempat mengalami serangkaian masalah, sementara Iskak jadi bahan guyonan Ateng.

Ateng dan Iskak berhasil lepas dari bayang-bayang Kwartet Jaya ketika grup lawak itu bubar. Ateng dalam dokumentasi foto bersama kedua putranya. Ateng meninggal dunia pada 6 Mei 2003 silam. (Dok. Reni Ateng ( Istri))
Salah satu film paling populernya berjudul Ateng Kaya Mendadak yang tayang pada 1975 silam. Film tersebut menceritakan Ateng dan Iskak sebagai buruh tani yang menang undian sehingga mereka kaya mendadak.

Mereka pun akhirnya meninggalkan kampung halamannya dan pindah ke Jakarta. Dalam perjalanan, Ateng dan Iskak bertemu dengan Vivi yang kemudian memberi saran kepada mereka untuk kembali ke kampung halamannya.

Selain itu, pelawak keturunan China ini juga berperan dalam film komedi yang berjudul Ateng Sok Tahu pada 1976.

Dalam film tersebut, Ateng dan Iskak berperan sebagai seorang pembantu yang bekerja pada keluarga kaya yang juga memiliki pembantu kesayangan bersama Fitnawan. Namun, keduanya akhirnya meninggalkan keluarga tersebut setelah muncul beberapa hal yang merugikan nama baik mereka.

Setelah susah payah mencari pekerjaan, akhirnya mereka diterima bekerja di Keluarga Kus, berkat dua anak gadis Kus bernama Vivid dan Erni. Kedua anak Kus sangat sayang pada Ateng dan Iskak, apalagi karena kedunya pandai melucu dan menyanyi.

Tapi, akibat kesalahan yang dibuat Ateng, mereka berdua lagi-lagi harus keluar dari tempat kerja. Mereka pun kemudian mencari pemasukan di sebuah bengkel mobil. Akan tetapi pada akhirnya semua berakhir bahagia. Ateng dan Iskak kembali bertemu dengan Vivid dan Erni dan bekerja lagi untuk keluarga Kus.

Film tersebut, seperti film komedi lainnya pada era itu, sebenarnya tidak mengandalkan kerumitan jalan cerita, tapi berfokus pada kekuatan akting dan mimik Ateng serta Iskak. Dinamika keduanya memang sukses membius penonton hingga tergelak-gelak.

Film Ateng Sok Tahu tersebut menjadi film yang berjaya pada masanya. Menurut data Perfin, film Ateng Sok Tahu menjadi film terlaris pertama di Jakarta tahun 1976 dengan jumlah penonton mencapai 220.083. Selain itu, film itu juga memenangi penghargaan di festival Film Indonesia 1977 sebagai pemenang dalam kategori Film Terlaris 1976-1977.

Selain kedua film tersebut, masih banyak film-film lain yang dibintangi oleh Ateng. Di antaranya Ateng Sok Aksi, Ateng Bikin Pusing, Ateng Pendekar Aneh, Dang Ding Dong, dan masih banyak lainnya.

Tak hanya membintangi film komedi, Ateng dan Iskak juga tampil dalam acara Ria Jenaka di TVRI pada tahun 1981 silam. Dalam acara tersebut, Ateng berperan sebagai Baging, sementara Iskak berperan sebagai Petruk.

Acara terakhir yang dibintangi oleh Ateng adalah serial komedi Gregetan yang ditayangkan di SCTV sekitar tahun 2000-an.




BACA JUGA