Lebih Dekat dengan Labu Polkadot Yayoi Kusama

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 09/06/2017 10:54 WIB

Singapura, CNN Indonesia -- Yayoi Kusama menggelar pameran dengan lebih dari 120 karya di National Gallery Singapore, mulai 9 Juni hingga 3 September 2017.

Yayoi Kusama, seniman asal Jepang menggelar pameran di National Gallery Singapore. Pameran yang digelar 9 Juni hingga 3 September mendatang itu merupakan pameran besar pertamanya di Asia Tenggara.
Sebanyak lebih dari 120 karya seni Yayoi selama tujuh dekade, dipamerkan di sana. Ada beberapa karya yang bahkan belum pernah dipamerkan sebelumnya, begitu pula karya-karya ikonisnya yang populer.
Yayoi punya karakter kuat dalam karya-karyanya. Ia identik dengan warna-warni cerah, polkadot, labu, motif jaring, dan penggunaan cermin. Karya-karyanya, mulai instalasi sampai lukisan, sangat ‘Instagram-genik.’
Salah satunya adalah Infinity Mirror atau Infinity Room, yang pernah disebut sebagai ruangan paling ‘Instagrammable’ di Los Angeles. Infinity Mirror terkenal setelah Katy Perry mengunggah foto dirinya di Instagram dengan latar instalasi itu.
Adele yang tertarik dengan foto itu kemudian meminta seniman panggungnya untuk membawa Infinity Mirror ke panggung BRIT Awards di mana ia tampil menyanyikan When We Were Young.
Tapi seperti karya Yayoi yang lain, Infinity Mirror punya makna mendalam di baliknya. Itu adalah tentang kontemplasi seseorang yang masuk ke dalamnya, dan seperti merasakan lapangnya luar angkasa dengan lampu-lampu bak bintang di sekelilingnya.
Yayoi memang tidak sembarangan menampilkan cermin, lampu maupun sekadar polkadot di karyanya. Titik-titik itu menandakan bagian dari semesta, seperti planet atau atom atau bintang. Seringkali ia membuat ruang lapang sehingga penikmat karyanya seakan di angkasa.
Ia juga identik dengan penggunaan labu dengan warna kuning dan hitam. Banyak karya, mulai lukisan sampai instalasi yang bisa diintip melalui lubang dalam kotak kaca, dengan tema labu.
Penggunaan labu berkaitan erat dengan latar belakang keluarganya yang memiliki kebun labu. Sejak kecil Yayoi suka menggambar labu di sekolah. Menurutnya, labu adalah lambang kebersahajaan dan keseimbangan spiritual yang nyata.
Karya lain yang menarik adalah Narcissus Garden, berupa bola-bola stainless steel yang ditebar acak di lantai maupun air. National Gallery menggunakan satu ruangan khusus untuk 1.500 bola itu. Dinamakan Narcissus Garden, karena itu ‘taman’ melihat refleksi diri.
Karya Yayoi juga melibatkan anak-anak. Bekerja sama dengan Children Biennale yang juga sedang digelar di National Gallery Singapore, disediakan satu ruangan dengan perabot yang serba putih. Anak-anak yang berkunjung bisa menempelkan stiker polkadot warna-warni.
Di awal kariernya, Yayoi sebenarnya terbatas menggunakan warna untuk karyanya. Namun belakangan, seniman 88 tahun itu lebih berani menggunakan warna ceria, seperti polkadot warna-warni dan lukisannya belakangan ini.
Karya Yayoi bisa dinikmati oleh warga Singapura dengan harga S$15 di National Gallery Singapore. Bagi warga asing atau bukan penduduk lokal, harus membayar S$25 untuk berinteraksi bersama sekaligus menikmati filosofi hidup di karya Yayoi.