Festival Seni Budaya Indonesia yang Harus Dikunjungi di 2017

Rahman Indra, CNN Indonesia | Jumat, 06/01/2017 10:47 WIB
Sepanjang tahun, ada banyak ragam festival seni budaya yang diangkat di berbagai daerah di Indonesia, dari mulai musik, tari hingga suguhan atraksi tradisi. Beragam festival seni budaya digelar sepanjang tahun 2017, dari mulai musik, tari hingga atraksi tradisi. (Dok Papermoon Puppet Theatre/Foto: Silvia Galikano)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepanjang tahun, ada banyak ragam festival seni budaya yang diangkat di berbagai daerah di Indonesia, mulai musik, tari hingga suguhan atraksi tradisi.

Beberapa di antaranya juga menggabungkan berbagai macam seni pertunjukan dengan cerita rakyat yang melekat di masyarakat. Menyaksikan langsung pagelaran seni budaya ini menjadikan pengalaman unik tersendiri.

Berikut di antara festival seni budaya yang menarik untuk diikuti di 2017:


Pesta Reba, Suku Bena, Nusa Tenggara Timur
Januari (14-16)

Ini merupakan salah satu pesta adat menyambut tahun baru. Dimulai dengan pesta ubi yang diiringi tari-tarian tradisional Besa Uwi, dan diiringi lagu tradisional O Uwi. Gelaran ini juga merupakan apresiasi terhadap ubi sebagai sumber hidup masyarakat Kampung Bena, Ngada, NTT yang dimulai akhir Desember lalu dan berlangsung sampai pertengahan Januari.

Salihara Jazz Buzz 2017, Salihara, Jakarta
Februari (11,12,18,19,25,26)

Gelaran musik di Salihara ini menampilkan sejumlah musisi dari Andre Dinuth (11/2), Indra Perkasa (12/2), Attilion (18/2), Cinconotas (19/2), Welt Tanzen -Arief Winanda & Pamuncak Mudo (25/2), dan Imanissimo (26/2). Masing-masing punya keunikan sendiri. Indra Perkasa misalnya, ia dijadwalkan akan memainkan musik jazz eksperimental dengan 12 orang pemain musik lainnya. Di sini, musik dihadirkan dengan seni visual dan media digital, memberikan pengalaman lintas medium bagi penikmatnya. Indra Perkasa seorang produser, komposer, konduktor dan bassis.

Festival Bau Nyale Putri Mandalika, Kuta, Lombok

Februari (10-15)

Festival ini mengundang publik mencari cacing laut yang hidup di lubang-lubang batu karang sepanjang pantai. Dalam bahasa Sasak, kata Bau bermakna menangkap, sedangkan Nyale berarti cacing laut yang muncul ke permukaan pantai sekali dalam setahun. Suku Sasak juga meyakini bahwa cacing laut adalah jelmaan Putri Mandalika yang cantik. Konon, sang Putri mengorbankan diri demi mencegah terjadi konflik karena banyak pangeran yang memperebutkan dirinya. Ia memilih meneggelamkan diri ke laut dan diyakini menjelma menjadi cacing laut.

Java Jazz Festival 2017, JIExpo Kemayoran Jakarta
Maret (3-5)

Java Jazz Festival menjadi salah satu festival musik bergengsi yang selalu ditunggu-tunggu para penggemar musik. Dari situs resminya, sejumlah musisi internasional sudah konfirmasi bakal hadir. Di antaranya ada Brian Simpson, Harvey Mason, Incognito, Rick Braun, Ron King Big Band, dan lainnya. Sementara musisi Indonesia masih belum konfirmasi, akan tetapi dari daftar musisi yang dijadwalkan di festival kali ini antara lain Barasuara, Endah N' Rheza x DuaDrum, Gugun Blues Shelter, Dira Sugandi/Concert Gebouw, Raisa, Sheila on 7, Syaharani Project, Twilight Orchestra feat Ruth Sahanaya, Tulus, Yura Yunita, dan lainnya.

Bali Spirit Festival, Bali
Maret (19-26)

Mengusung tiga aktivitas utama yakni yoga, tari dan musik, festival ini menghadirkan beragam atraksi. Dari festival ini, publik diajak melihat keragaman budaya Bali dari dekat, melalui beragam ritual dan perayaan sakral. Dari sejumlah program yang diusung, antara lain Bhakti Nights dengan menghadirkan hiburan musik elektro, dan konser musik yang menggabungkan musik tradisi dan modern.

Upacara Adat Tengger 'Yadnya Kasada', Gunung Bromo
Juli (9-10)

Ini merupakan ritual tahunan terbesar suku asli tengger di Bromo. Umat Hindu melempar sesaji ke kawah Gunung Bromo, pada hari ke-14 bulan Kadasa. Sesajen mulai dari buah-buahan, sayur mayur, hewan ternak dan uang persembahan untuk Sang Hyang Widhi, sebagai bentuk rasa syukur atas kesejahteraan yang diberikan Gunung Bromo sepanjang tahun.

Festival Budaya Lembah Baliem, Papua
Agustus (8-11)

Dalam festival yang sudah mendapat perhatian di tingkat internasional ini, ratusan orang suku asli Papua berpakaian tradisional, mengenakan hiasan kepala, serta lukisan di wajah. Mereka beratraksi menampilkan suasana perang suku selama tiga hari. Berlangsung di wilayah pegunungan tengah Papua, para peserta festival menggunakan senjata seperti tombak dan panah yang akan tampak beterbangan di udara.

Festival Reog Ponorogo, Ponorogo Jawa Timur
Oktober (10-16)

Sebanyak 21 kelompok seni tari reog adu keterampilan dengan belasan seniman Reog dari berbagai pelosok Indonsia. Biasanya perayaan ini digelar menyambut tahun baru Islam. Penampilan tari reog dibawakan bergantian sesuai urutan acak selama lima hari. Penilaian peserta didasarkan pada keterampilan menari, kekompakan, serta koreografi yang menarik.

Festival Kora-kora, Ternate Maluku Utara
Desember (9-10)

Festival ini menampilkan aneka ragam budaya Maluku Utara mulai dari keseniannya, seperti seni tari, musik hingga sajian kuliner. Selain itu juga diisi dengan berbagai aktivitas bahari atau yang berkaitan dengan kelautan, seperti lomba perahu tradisonal kora-kora, memancing, lomba foto bawah laut, lomba dayung perahu dan pawai perahu hias. (rah/rah)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK