Antisipasi Luntur, Riasan Raisa Dibuat Anti Air saat Prosesi

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 31/08/2017 09:21 WIB
Antisipasi Luntur, Riasan Raisa Dibuat Anti Air saat Prosesi Sejumlah prosesi adat pranikah yang dijalani Raisa membuatnya harus menggunakan riasan yang anti air agar tidak mudah luntur saat wajahnya terkena guyuran air. (Foto: Alchemy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Raisa Andriana baru menjalani sejumlah prosesi sebelum meresmikan hubungannya bersama Hamish Daud pada Sabtu (3/9) mendatang. Prosesi adat itu dimulai dari pengajian, sungkeman, siraman, hingga ngeuyeuh seureuk.

Selama prosesi yang dijalani itu, Raisa pun menambah riasan untuk mendukung penampilannya. Pelantun Jatuh Hati itu menunjuk Ferry Fahrizal untuk merias wajahnya selama menjalani serangkaian prosesi pada Selasa (29/8) kemarin.

Kepada CNNIndonesia.com, Ferry memberikan bocoran soal riasan yang digunakan Raisa, lewat pesan singkat pada Rabu (30/8).


"Saya makeup Yaya [sapaan Raisa] untuk pengajian, siraman, sungkeman sama ngeuyeuh seureuk," ujarnya.
Untuk menunjang seluruh prosesi adat yang dijalani Raisa ini, Ferry mengaku menggunakan tiga macam tampilan.

"Tampilan pertama untuk pengajian yang langsung dilanjutkan dengan siraman. Tampilan ini dibuat natural dengan nuansa merah muda dan harus waterproof untuk mengantisipasi agar tidak luntur saat Yaya menangis atau terkena guyuran air saat siraman," tuturnya.

[Gambas:Instagram]
[Gambas:Instagram]

Adapun tampilan ke-dua yang digunakan saat prosesi sungkeman, Ferry mengatakan bahwa riasan Raisa masih bernuansa natural dengan eyeshadow warna champagne.
"Dan untuk tampilan saat prosesi ngeuyeuh seureuh, Yaya ingin menggunakan lipstick warna merah. Karena itu, riasan mata masih natural dipertegas dengan eyeliner wing. Bulu mata juga diganti dengan yang lebih panjang dibanding acara siangnya," tambah Ferry.

[Gambas:Instagram]
Bagi Ferry, kepercayaan yang diberikan Raisa untuk momen hari besar bukan sekali ini saja. Sebelumnya, dia pernah menjadi perias Raisa untuk konser tunggalnya di Surabaya pada November 2015.