The Chainsmokers Dihujat karena Guyon Rasial soal China

Agniya Khoiri , CNN Indonesia | Rabu, 13/09/2017 11:07 WIB
The Chainsmokers Dihujat karena Guyon Rasial soal China The Chainsmokers dikritik karena lelucon mereka soal China. (REUTERS/Steve Marcus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duo The Chainsmokers kembali berulah setelah mengkritik musik Lady Gaga dan berseteru dengan Mark Ronson. Pencetak hit Closer itu tengah dikritik karena membuat lelucon yang menyinggung warga China.

Pada Senin (11/9) kemarin, duo ini membagikan sebuah video promosi tur mereka di China selama akhir pekan kemarin. Video yang kini telah dihapus itu menyertakan wawancara personelnya, Alex Pall dan Andrew Taggart dengan seorang wartawan China.

Mengutip Ace Showbiz, wartawan China itu menanyakan kepada Pall apakah dia akan membawa anjing peliharaannya turut serta saat tur.


“Jika dia [anjing] bisa dibawa kemana pun, saya akan membawanya. Tapi saya tidak tahu apakah saya akan membawanya ke China..." jawabnya sembari tertawa terbahak-bahak bersama Taggart. Mereka seakan sedang menyindir kebiasaan orang China makan anjing.

Mendengar itu, jurnalis yang mewawancara mereka pun sampai terkejut dan menatap kamera.

Tingkah The Chainsmokers yang menertawakan warga China itulah yang langsung menjadi sorotan dan menuai kritik keras.


"Tanpa ada maksud apa-apa, tapi jika The Chainsmokers bisa mengunggah video mereka yang membuat lelucon rasis, bisa bayangkan apa yang mereka katakan di balik itu," ujar seorang pengguna Twitter.

"Merasa jijik dengan kenyataan bahwa The Chainsmokers berani-beraninya membuat lelucon rasis 'orang Asia makan anjing' di depan pewawancara yang juga orang Asia," tambah yang lainnya.

Setelah menerima ragam reaksi, The Chainsmokers pun mengeluarkan permintaan maaf lewat sebuah pernyataan di Twitter.





"Kami awalnya ingin mengunggah video yang menunjukkan betapa cintanya kami pada China dan penggemar di sana. Kami tidak akan pernah sengaja melakukan apa pun untuk mengecewakan penggemar kami dan kami mohon maaf jika kami menyakiti siapa pun," cuit mereka.

The Chainsmokers lantas mengajak menghentikan perayaan memakan daging anjing dalam Festival Yulin.

Berdasarkan laporan Xinhua yang dikutip dari Independent, sebuah jajak pendapat tahun 2016 menunjukkan bahwa hampir 70 persen orang China mengaku tidak pernah makan daging anjing, sementara 52 persen lainnya menginginkan perdagangan daging anjing benar-benar dilarang.



Kebanyakan orang di China merasa bahwa acara seperti Yulin Dog Meat Festival telah "merusak reputasi China.”

Di sisi lain, penggemar merasa ironis karena di hari yang sama Pall turut mengumumkan rencana kolaborasi dengan BTS dalam album Love Yourself: Her. Dilaporkan, komentar The Chainsmokers itu sempat membuat penggemar BTS marah dan enggan membeli albumnya.

Namun ada pula penggemar yang membelanya.



"Orang-orang yang membatalkan pre-order HER karena The Chainsmokers, dengarkan bahwa jika kalian membenci mereka, cukup lewatkan lagunya, jangan membatalkan pre-order," tulisnya.