Pekerja Seni Indonesia Warnai Festival OzAsia di Adelaide

Rizky Sekar Afrisia , CNN Indonesia | Rabu, 13/09/2017 19:57 WIB
Pekerja Seni Indonesia Warnai Festival OzAsia di Adelaide Mocca termasuk yang akan dibawa Bekraf ke festival OzAsia di Adelaide, Australia. (Courtesy Mocca)
Jakarta, CNN Indonesia -- Festival seni kontemporer terkenal di Australia, OzAsia akan menampilkan karya-karya Indonesia. Tari, musik, film, seni rupa, bahkan kuliner Indonesia akan tampil di Adelaide Festival Centre dan beberapa tempat lain di kota Adelaide.

Pekerja seni Indonesia yang akan diboyong ke sana termasuk Mocca, Animal Pop Family, Under The Big Bright Yellow Sun, Trah, serta koreografer asal Papua Jecko Siompo. Bersama Animal Pop Family Jecko akan memberi workshop dan demo tari hiphop Papua.

Workshop akan diselenggarakan di studio tari kampus Adelaide Collefe of the Arts.


Sementara Mocca, dengan suara yang unik dan lirik lagu bahasa Inggris serta aksi panggung yang memikat, rencananya tampil di panggung utama Lucky Dumpling Market. Diprediksi, akan ada ribuan pengunjung OzAsia yang menyaksikan penampilan mereka.

Bertandangnya seniman-seniman itu ke Australia didukung beberapa kementerian, termasuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Lembaga yang dikepalai Triawan Munaf itu membiayai Jecko, Animal Pop Family dan Mocca. Yang lain jadi tanggung jawab kementerian berbeda.

Bekraf melihat, OzAsia adalah sebuah pintu masuk ke pasar Internasional untuk memperkenalkan budaya-budaya Indonesia.


“Benar memang ada kegiatan-kegiatan lain, tetapi memang OzAsia spesifik memperkenalkan Asia, dan Indonesia sangat memiliki posisi yang baik di Asia,” ujar perwakilan Bekraf, Joshua Puji Mulia Simandjuntak dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/9).

Bukan hanya menjadi ajang promosi, ajang internasional seperti OzAsia juga bisa menjadi pelajaran tertentu untuk seniman. “Kita juga belajar, sehingga bisa meningkatkan standar bagi para seniman penari kontemporer agar karya mereka bisa diterima oleh pasar global.”

OzAsia akan diselenggarakan pada 21 September hingga 8 Oktober. Selain Indonesia, akan ada pula beberapa negara Asia lain yang unjuk gigi dan budaya di sana.


Ini bukan kali pertama Indonesia mengirim perwakilannya ke acara itu. Sebelumnya, Indonesia sudah pernah memukau lewat kehadiran Ega Robot, Eko Nugroho, Eko Supriyanto, Papermoon Puppet Theatre, Riau Rythm, Samba Sunda, Teater Garasi, dan banyak seniman lain.