FOTO: Menari, Cara Bahagia ala Tunawisma Jepang

, CNN Indonesia | Rabu, 13/09/2017 07:05 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Stres karena hidup tanpa atap dan uang tak lagi dirasakan banyak tunawisma di Jepang. Mereka kini bahagia karena menari, meski tetap jadi tunawisma.

Kehidupan bagi Tokuchika Nishi (tengah) terasa berat. Di usianya ke-38, ia harus bertahan hidup sendirian di jalanan Tokyo karena ia adalah tunawisma. (REUTERS/Toru Hanai)
Nishi sempat pasrah bila ia akan meninggal seperti binatang jalanan lantaran hanya dapat mampu bertahan dengan air selama tiga pekan. (REUTERS/Toru Hanai)
Begitu pula dengan Masayoshi Koiso (tengah). Di usianya yang ke-69, ia masih menjadi gelandangan dari satu stasiun ke stasiun lain. (REUTERS/Toru Hanai)
Namun alih-alih stres, para tunawisma ini memiliki kegiatan lain. Sebuah kelompok menari bernama H Sokerissa mengubah pola pikir mereka untuk menyerah pada keadaan. (REUTERS/Toru Hanai)
Kelompok penari H Sokerissa ini didirikan oleh Yuuki Aoki, sepuluh tahun lalu. Terinspirasi dari kondisi gelandangan di pinggir jalan, Aoki penasaran bila para gelandangan ini menari meluapkan perasaan mereka. (REUTERS/Toru Hanai)
Para tunawisma yang berkumpul di H Sokerissa pun tak diajarkan menari. Aoki cenderung membiarkan mereka berekspresi sebebas mungkin. (REUTERS/Toru Hanai)
Banyak dari para anggota H Sokerissa yang meluapkan beban stres mereka dengan menari. Tak jarang, tarian itu kemudian menjadi bahan atraksi yang menguntungkan mereka. (REUTERS/Toru Hanai)
Para anggota H Sokerissa menari di berbagai kesempatan, mulai dari saat latihan hingga ketika dipanggil dalam sebuah kesempatan. (REUTERS/Toru Hanai)
Beberapa dari mereka bahkan mendapatkan uang untuk bertahan hidup usai menampilkan tarian di depan publik. (REUTERS/Toru Hanai)
Aoki dan para anggota H Sokerissa bahkan pernah terbang ke Rio de Janiero, Brasil, sebelum Olimpiade pada 2016 lalu. (REUTERS/Toru Hanai)
Menurut Aoki, para penari yang berasal dari tunawisma ini mengungkapkan rasa yang tersimpan dari manusia dan menunjukkan dengan cara berbeda. (REUTERS/Toru Hanai)
Aoki menambahkan, 'H' yang terdapat dalam nama grup tersebut berarti 'human' atau manusia, 'hope' alias harapan, dan 'homeless' yang berarti tunawisma. (REUTERS/Toru Hanai)